Wali Kota: Tingkat Kematian Covid-19 di Semarang Selama PPKM Darurat Masih Tinggi
Merdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan tingkat kematian akibat covid-19 di Kota Semarang selama 14 hari pelaksanaan PPKM darurat masih tergolong tinggi, bahkan di atas level nasional.
"Tingkat kematian di Kota Semarang pada 3 Juli kemarin atau pekan ke-26 rata-rata 340 orang per pekan. Per tanggal 20 Juli atau pekan ke-28 menjadi 271 orang per pekan. Dari 6,4 persen menjadi 6,2 persen, tapi masih di atas rata-rata nasional. Seusai aturan pusat, maksimal 5 persen," kata Hendi di Semarang, Rabu (21/7).
Dia menyebut masih tingginya tingkat kematian Covid-19 itu membuat Kota Semarang masuk dalam penerapan PPKM level 4 yang berlangsung hingga 25 Juli nanti.
"Sesuai keputusan pemerintah pusat, PPKM tetap diperpanjang hingga 25 Juli. Bukan lagi PPKM darurat, sekarang di Semarang masuknya level 4. Setelah 25 Juli, hasil kedisiplinan, prokes, vaksin, dan kasus membaik, setiap daerah diizinkan memodifikasi kebijakannya," ungkapnya.
Selama penerapan PPKM darurat, kasus Covid-19 di Kota Semarang juga terbilang menurun. Jika sebelum PPKM darurat, jumlah kasus aktif mencapai 2.349 orang, maka per 20 Juli kasus aktif turun menjadi 1.892 orang.
"Dari jumlah itu, sekitar 600 orang merupakan warga luar Kota Semarang. Jadi yang warga asli Semarang sekitar 1.200-an," jelasnya.
Selain penurunan kasus, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit maupun tempat isolasi juga mengalami penurunan selama PPKM darurat.
Bila sebelum PPKM darurat, BOR di Kota Semarang mencapai 94 persen untuk ruang isolasi, dan 96 persen untuk ruang ICU, maka kini turun. Hendi mengklaim saat ini BOR ruang isolasi di Kota Semarang berkisar 57 persen, sedangkan untuk ICU 84 persen, dan isolasi terpusat sekitar 23 persen.
"Dari 21 rumah sakit yang ada, 3 di antaranya masih penuh yakni RS Permata Medika, RS Tlogorejo, dan RS Pantiwiloso. Sementara lainnya, punya cadangan kamar. Kondisi ini berbeda dengan tiga pekan lalu pasien banyak yang antre sampai di IGD. Hari ini, rata-rata IGD sudah clear," tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id per 21 Juli 2021, total kasus Covid-19 di Kota Semarang mencapai 73.875 orang. Perinciannya, 2.020 kasus aktif, 66.471 kasus sembuh, dan 5.384 kasus kematian.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya