Wali Kota Solo: Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Persetujuan Gubernur Jateng
Merdeka.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Untuk itu ia meminta para guru maupun siswa sabar dan berdoa sambil menunggu kondisi pandemi Covid-19 membaik.
"Gubernur sudah mengumumkan penundaan untuk pembelajaran tatap muka. Dan kita tunggu pengumuman untuk pelaksanaannya," ujar Rudy disela rapat koordinasi pendidikan dan pengarahan kepada kepala sekolah SMP di Balai Kota Solo, Selasa (5/1).
Rudy bersyukur dalam uji coba PTM yang dilakukan oleh 3 sekolah, yakni SMPN 4, SMP Al Azhar Budi Syifa serta MTSN 1 Solo dalam dua bulan terakhir berjalan lancar. Dengan penerapan protokol kesehatan 3M, secara ketat, tidak ditemukan satu siswa pun yang positif Covid-19.
"Kita perlu bersyukur karena tidak ada siswa dan guru yang terpapar satupun. Kita juga tidak berharap, jangan sampai ada yang terpapar. Sehingga protokol kesehatan harus terus kita terapkan," tandasnya.
Untuk itu, dengan instruksi gubernur yang menunda pembelajaran tatap muka, pihaknya tetap akan menaati instruksi tersebut. Pemkot Solo, lanjut dia secara tegas dan keras juga melarang proses pembelajaran tatap muka selama kasus terpapar Covid-19 belum menunjukkan penurunan.
"PTM bisa dilakukan apabila penambahan kasus Covid-19 bisa kita kendalikan," katanya.
Sebelumnya Rudy menyampaikan, jika dalam dua pekan berturut-turut kasus positif Corona kurang dari 10 orang maka PTM bisa dilaksanakan.
"Tadi diputuskan, kurang dari 10 yang terpapar Covid-19, selama dua minggu berturut-turut baru PTM. Itu nanti akan dituangkan surat edaran. Surat edaran dua minggu sekali kan ganti. Nanti sambil melihat perkembangan," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (4/1).
Sementara itu berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo hingga Senin (4/1), akumulasi jumlah kasus mencapai 5.133 orang. Dari jumlah tersebut 3.455 di antaranya sembuh, 1.142 menjalani isolasi mandiri, 268 dirawat dan 268 lainnya meninggal dunia.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya