Wali Kota Risma Ungkap Pentingnya Hutan Mangrove di Surabaya
Merdeka.com - Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) untuk kedua kalinya menggiatkan Gerakan Jaga Bhumi yang bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia di Hutan Kota Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11). Kampanye tersebut berslogan 'Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia'.
"YKRI berniat untuk terus mempromosikan kepada masyarakat luas mengenai keberadaan Kebun Raya yang memiliki sangat banyak potensi yang baik bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia," kata Ketua I YKRI, Michael Sumarijanto.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan hutan Mangrove hasil kerja sama dengan YKRI di kawasan Ibu Kota Jawa Timur tersebut mampu mengurangi kawasan yang terdampak banjir.

Tri Rismaharini Luncurkan Gerakan Jaga Bhumi ©Liputan6.com/Immanuel Antonius
"Sekarang di Surabaya itu sudah berkurang karena adanya hutan Mangrove. Sebelumnya Surabaya 50 persen daerahnya pasti banjir, ada beberapa sebab seperti curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan lebih tinggi dari Jakarta dan global warming, dimana tiba-tiba banjir mendadak," jelas Risma.
Seperti diketahui, Gerakan Jaga Bhumi diinisiasi pertama kali oleh YKRI. Misinya untuk menyelamatkan plasma nutfah Indonesia melalui revitalisasi dan peningkatan jumlah kebun raya di Indonesia.
Gerakan Jaga Bhumi periode I 2017-2018 dinilai berhasil dengan beberapa program unggulan. Antara lain, Sarasehan Kalpataru, Jaga Wiyata yang melakukan kunjungan ke 200 sekolah di 4 provinsi. Meliputi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Ada pula kegiatan Jelajah Bhumi yang merupakan gerakan bersepeda dengan jarak 1000km dan rute dari Jakarta ke Surabaya, serta partisipasi masyarakat lainnya seperti Car Free Day, Office Visit, Community Visit, dan mendekorasi Halte Transjakarta daerah Tosari, Jakarta.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya