Waldi, korban insiden Tol Becakayu hanya sebatang kara di Jakarta
Merdeka.com - Satu dari tujuh pekerja proyek tol Becakayu yang menjadi korban robohnya penyangga cetakan beton Selasa (20/2) dini hari dirawat di RS Polri Kramat Jati. Ia adalah Waldi (43), warga Kendal, Jawa Tengah.
Saat kejadian, Waldi baru saja selesai melakukan pengecoran dan masih berada di atas. Tiba-tiba penyangga yang baru dicor itu roboh.
Waldi jatuh dan mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Waldi sempat pulang ke tempat tinggal sementara bagi pekerja tak jauh dari lokasi kecelakaan.
Ia pun sempat mandi dan membersihkan lukanya sendiri. Setelah itu baru kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Hal itu diceritakan Waldi saat ditemui di ruang rawat inap VIP RS Polri Kramat Jati, Selasa (20/2). Dengan suara terbata karena menahan rasa sakit di sekujur wajahnya, Waldi mengatakan alasannya sempat pulang ke bedeng, dimana ia tinggal.
"Saya trauma. Dulu pernah kecelakaan dan luka di bagian perut. Saat ke rumah sakit saat lukanya itu dibersihkan sakit sekali. Jadi saya bersihkan sendiri dulu," ceritanya.
Waldi mulai bekerja di proyek tol Becakayu setelah Idul Fitri 2017 lalu. Di Jakarta ia tinggal sendiri. Keluarganya tinggal di Kendal, Jawa Tengah.
Ia pun telah menghubungi keluarganya perihal kecelakaan yang menimpanya. Saat ini keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. "Mungkin nanti sore sampai sini," kata dia. Ia juga merasa sedih dengan kejadian yang menimpanya, apalagi jauh dari keluarga.
Wajah Waldi sebagian besar mengalami luka. Hidungnya masih diperban. Di ruang rawat inap, ia ditemani beberapa orang rekan kerjanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya