Wakil Ketua DPR: Hercules jatuh, jangan lagi beli barang bekas
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah dan TNI tidak lagi membeli alutsista bekas, terutama pesawat Hercules. Fadli menilai meski terus direvitalisasi dan dimodernisasi, sebagian besar pesawat Hercules sudah uzur.
"Karena pesawat itu sudah berumur sekali. Meskipun diperbaiki, ada modernisasi, ada pergantian spare part di sana sini tapi tetap pesawat sudah tua. Jadi sebaiknya kita tidak beli barang bekas lah," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/12).
DPR dan pemerintah akan membahas anggaran untuk pengadaan alutsista baru. Sebelum menetapkan anggaran untuk pembelian alutsista, perlu ada kajian terkait kebutuhan alutsista TNI. Termasuk menyusun proyeksi kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang. Jika anggaran terbatas, maka pemerintah harus memilih alutsista yang menjadi prioritas untuk dibeli.
"Kalau anggaran banyak tentu ya segera. Kan pemerintah dengan DPR menentukan anggaran itu. Sehingga kalau misalnya anggaran kita terbatas, bisa memilih prioritas mana yang kita lebih dahulukan," ujar Fadli.
Diberitakan sebelumnya, Pesawat Hercules type C-130 HS A-1334 jatuh di Wamena, kemarin. Peristiwa ini menambah panjang daftar pesawat-pesawat milik TNI yang jatuh. Pertama saat Pesawat Super Tucano milik TNI AU jatuh dan menimpa sebuah rumah di Jalan Laksda Adisutjipto, Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2). Kedua, Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD dengan nomor HA 5171 jatuh di Dusun Pattiro Bajom, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3).
Ketiga, Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD yang jatuh menimpa rumah Heru Purwanto (58) dan rumah Parno (45), di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7). Empat, helikopter Bell 412 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5166 jatuh di pegunungan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Kamis (24/11).
Sejauh ini, TNI AU akan memiliki 9 pesawat Hercules dimana 4 pesawat merupakan hibah dari negara asing sementara 5 unit lainnya adalah pembelian. Dari 4 pesawat hibah luar negeri, baru 3 yang diterima Indonesia. Sementara 5 pesawat yang dibeli, baru 2 yang tiba dan telah dioperasikan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya