Wakapolri sebut penembakan Brimob di Blora masalah internal
Merdeka.com - Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan insiden penembakan dua anggota Brimob yang terjadi di Blora, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10) malam sudah ditangani dengan baik. Syafruddin menyebut masalah itu adalah masalah internal.
"Sudah ditangani dengan baik ya, itu masalah internal," kata Syafruddin sebelum rapat kerja Kapolri dengan Komisi III di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).
Masalah penembakan ini sudah ditangani Polda Jawa Tengah. Hal ini karena insiden tersebut hanya melibatkan personel Brimob saja bukan masyarakat.
Tiga anggota Subden IV Satuan Brimob Pati ditemukan tewas tertembak di lokasi pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul, Ngawen, Kabupaten Blora, Jateng. Diduga dua korban Brigadir BW (35) dan Brigadir AS (35) ditembak Brigadir Kepala BT (36). Usai menghabisi kedua korban, Brigadir BT diduga mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
"Dari laporan awal dimungkinkan motif pribadi, semua orang pasti punya persoalan," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu (11/10). Dikutip dari Antara.
Menurut dia, dari keterangan saksi saat kejadian diketahui tidak terjadi percekcokan di antara para korban sebelumnya. Tim beranggotakan Direktur Reserse Kriminal Umum, Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, dan Kepala Laboratorium Forensik dikirim untuk mendalami kejadian tersebut.
Ketiga korban merupakan bagian dari enam anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjaga proyek vital nasional itu. Dalam kejadian itu, hanya terdapat satu senjata api jenis AK 101 di dekat tubuh Bripka BT. Luka tembak diketahui terdapat di bagian tubuh Brigadir BW dan AS. Sementara pada Bripka BT didapati luka tembak di bagian kepala.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya