Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wakapolri: Polisi yang dikirim ke KPK bukan polisi brengsek

Wakapolri: Polisi yang dikirim ke KPK bukan polisi brengsek Gedung KPK. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Mabes Polri mengaku bingung dengan alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak perwira Polri yang diserahkan ke komisi antikorupsi tersebut. Menurutnya 14 perwira tinggi yang sudah diajukan tidak ada yang diterima KPK.

Padahal semua nama itu sudah memiliki pendidikan tinggi dan memiliki pengalaman di bidang penyidik. Bahkan di antaranya ada yang merupakan mantan Kapolda.

"Yang jelas kami kirimkan penyidik terbaik dan bukan yang brengsek, Mungkin KPK punya kriteria keras dan memiliki dedikasi tinggi untuk penyidiknya. Kita sudah kirimkan 14 Pati (perwira tinggi-red) yang terbaik, tapi tidak ada yang lulus oleh KPK," kata Wakapolri Komjen Nanan Sukarna, saat ditemui di ITB, Jalan Ganeca Bandung, Rabu (19/9).

Dia pun mengaku akan berusaha memenuhi apa yang diinginkan KPK soal penyidik. "Ini hak KPK. Tapi Hak kapolri siap menggantikan, karena ini urusan kepolisian, yang jelas kami kirimkan penyidik yang terbaik," ujarnya.

Nanan pun tidak setuju adanya istilah penarikan penyidiknya oleh kepolisian. Sejauh ini dia mengaku hanya memberi dua alternatif yakni mengganti atau memperpanjang masa tugas.

"Tidak ada istilah menarik anggotanya sebagai penyidik dari KPK. Yang ada mengganti, karena itu untuk karier yang bersangkutan. Karena mereka mesti PTIK, mesti sekolah Sespim. Jadi Polri tidak pernah menarik penyidik," ujarnya.

Dia menambahkan persoalan pergantian ini menimbulkan pro kontra karena waktunya bertepatan dengan penanganan kasus Simulator SIM yang ditangani KPK dan Polri.

"Tidak ada urusannya dengan Simulator SIM, masalah ini masih bisa ditangani," tegasnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP