Wagub Bali Minta Petugas di Lapangan Jangan Mengubah Harga Tes PCR
Merdeka.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan cuti bersama Natal dihapus untuk meminimalisasi risiko gelombang ketiga penularan virus corona. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace merespons mengatakan Pemerintah Provinsi Bali menerima kebijakan tersebut.
"Iya, harus menerima karena keputusan dibuat atas penilaian yang holistik tidak bisa hanya memandang dari kepentingan pariwisata saja. Tentu (pemerintah) melihat dari dimensi yang berbeda. Saya paham itu," kata Cok Ace usai acara pelantikan anggota KPPAD Bali, di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar, Bali, Kamis (28/10).
Namun, dengan kebijakan tersebut tentu berdampak kepada kunjungan Wisatawan Domestik (Wisdom) ke Bali. "Wisdom pasti berkurang karena tidak ada libur panjang," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap para petugas di lapangan jangan mengubah harga tarif tes PCR yang sudah diturunkan sebesar Rp275 ribu. "Kita, harapkan teman-teman di lapangan jangan mengubah harga yang telah disepakati," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa peristiwa mengubah harga tes PCR pernah terjadi dan sudah ditegur agar tidak melakukan hal sama.
"Sementara beberapa hari yang lalu terjadi. Itu, sudah ditegur saya tidak tau pastinya di mana yang jelas di Bali ada. Dan sudah ditegur oleh Kepala Dinas (Kesehatan). Kita menyayangkan jangan sampai terjadi lagi di masa akan datang," katanya.
Ia juga menyebutkan, adanya perubahan harga tes PCR bukan disebabkan dari lab tes PCR. Kemungkinan, para calo-calo yang melakukan hal tersebut.
"Saya belum melihat murni disebabkan oleh lab. Mohon maaf ada calo-calo perantara lagi dan lain sebagainya, kita harus jernih melihatnya. Jangan sampai tahu-tahunya bukan di sana persoalannya tau-taunya di perantaranya, masalahnya gitu," ujar Cok Ace.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya