Wabup Garut Nilai Bangunan di Situ Bagendit Tidak Sesuai Standar
Merdeka.com - Program revitalisasi Situ Bagendit sudah memasuki tahap akhir. Namun, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menilai hasil pembangunan itu tidak sesuai standar.
"Saya telah melakukan pengecekan langsung terhadap hasil pembangunan kawasan objek wisata Situ Bagendit yang kini sudah memasuki tahapan akhir. Hasilnya saya lihat ada sejumlah hasil pembangunan yang tidak sesuai standar," ujar Helmi, Jumat (21/1).
Dia mencontohkan bangunan yang tidak sesuai standar itu adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Ia menilai kualitas TPT kurang baik, bahkan secara kasat mata pun pemasangan paving block tampak tidak rapi sehingga menjadi tak enak dipandang.
"Saya meminta agar pembangunan yang belum sesuai standar itu segera diperbaiki," ucapnya.
Habiskan Rp81,1 Miliar
Revitalisasi Situ Bagendit, menurutnya menjadi sesuatu hal yang sudah sangat dinantikan masyarakat, sehingga penampilannya harus betul-betul maksimal. Setelah selesai, nantinya pengelolaan akan dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut yang bekerja sama dengan pihak ketiga juga Badan Usaha Milik Desa.
Revitalisasi Situ Bagendit menggunakan anggaran yang cukup besar. Nilai kontraknya mencapai Rp81,172 miliar untuk pembangunan pintu masuk dan area parkir, area plaza, dermaga wisata, amfiteater, pujasera, masjid, serta bangunan penunjang lainnya.
Total lahan yang digunakan untuk penataan tahap pertama seluas 3,5 hektare, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer, dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektare.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya