Wabah PMK Meluas, Salim Segaf Minta Kader PKS Bantu Peternak
Merdeka.com - Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) makin meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. Pemerintah akan membentuk Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang mana akan menggunakan cara yang sama dengan penanganan COVID-19.
Wabah PMK juga menjadi perhatian khusus bagi Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri. Sebab, kata Salim, PKS banyak mendapat aduan terkait penghasilan peternak secara drastis, contohnya di Jawa Tengah.
"Sejak wabah PMK merebak, penghasilan mereka turun drastis. Turunnya penghasilan itu dari Rp 2 juta perbulan hingga nyaris tanpa penghasilan. Dampak lain terhadap peternak lain yaitu produksi susu sapi yang berkurang drastis jadi 50 persen, Bahkan, ada yang tak keluar sama sekali," ujar Salim, Jumat (24/6)
Menurut Menteri Sosial periode 2009-2014, wabah PMK ini sangat membuat peternak terpuruk. Iduladha, kata Salim, seharusnya waktu peternak untuk 'panen' namun sapi yang ada tak mumpuni untuk menjadi kurban.
"Sapi yang disiapkan untuk dijual saat Iduladha juga nyaris tidak ada karena sapinya pada sakit dan kurus. Sekarang mereka justru punya hutang ke pabrik tahu untuk makanan ternak. Dari aspirasi yang disampaikan, mereka membutuhkan bantuan sapi, modal, obat-obatan, vitamin, pakan, kandang, sembako, dll," jelas dia.
Atas kasus tersebut, Salim memerintahkan kader PKS untuk membantu para peternak menghadapi wabah PMK. "Saya perintahkan anggota Fraksi PKS dari pusat hingga daerah untuk all out melakukan advokasi, pendampingan, dan memberikan bantuan untuk mereka. Carikan program bantuan yang cepat untuk membantu karena mereka ada yang sudah tidak mendapatkan income sama sekali," tutur dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya