Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wa Ode menangis tak bisa lagi susui anaknya

Wa Ode menangis tak bisa lagi susui anaknya Wa Ode Nurhayati. merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Terdakwa dugaan suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Wa Ode Nurhayati, menangis saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/6). Politikus PAN itu berurai air mata saat mencurahkan perasaannya berpisah dengan anak.

"Putri saya yang berumur lima tahun biasanya menyusu kepada saya, sekarang menyusui kepada neneknya setiap malam, namun alhamdulillah keadaannya masih baik," kata Wa Ode di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/6). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Suhartoyo.

Ketika selesai membacakan kalimat itu, air mata Wa Ode tak terbendung. Mantan anggota Badan Anggaran DPR itu lantas menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Dalam nota eksepsinya, Wa Ode kembali menyebut banyak politikus di Badan Anggaran DPR terlibat dalam dugaan suap yang kini menjeratnya.

"Apa yang saya alami adalah bukti kekuatan tertentu dari bukti mafia di Badan Anggaran yang terhormat, karena dipotong-potong pisau kemunafikan masih saya hadapi," ujar dia.

"Hampir di semua media sistematis yang menyebut saya penjahat tunggal saya adalah konspirasi," kata dia.

Dalam sidang perdana, Wa Ode didakwa menerima duit suap dari tiga pengusaha senilai Rp 6,25 miliar. Tiga orang pengusaha itu adalah Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Saul Paulus David Nelwan alias Paul Nelwan dan Abraham Noch Mambu.

Duit itu diberikan agar Wa Ode memasukkan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, Bener Meriah, dan Minahasa, sebagai penerima DPPID tahun anggaran 2011 senilai Rp 7,7 triliun. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP