Virolog Sebut Penyebaran Varian Kappa Menurun, Varian Delta Tetap Harus Diwaspadai
Merdeka.com - Guru Besar Virologi dan Molekuler Universitas Udayana I Gusti Ngurah Kade Mahardika angkat suara terkait penyebaran varian Covid-19 Kappa. Dia mengatakan, sirkulasi penyebaran Kappa kian menurun.
Dalam pandangan dia, yang saat ini harus diperhatikan dengan lebih serius yakni varian Delta. Mengingat porsinya yang sangat besar dalam penyebaran virus di dunia maupun di Indonesia.
"Bagi saya varian yang benar-benar dipelototi mestinya varian Delta. Karena data beberapa hari lalu 85 persen virus dunia yang saat ini bersirkulasi diidentifikasi sebagai varian Delta," kata dia, kepada Merdeka.com, Rabu (14/7).
"Bukti dia (varian Delta) menyebar dengan cepat di berbagai negara dan seolah-olah menekan populasi varian yang lain. Varian Delta yang bagi saya patut dipelototi," lanjut dia.
Sementara untuk varian Kappa, jumlah penyebarannya kian turun. Bahkan di India, yang disebut-sebut sebagai tempat asal varian tersebut.
"Per hari ini coverage di dunia sangat rendah. Yang bahkan aslinya dari India, India itu per minggu-minggu ini hanya sekitar 7 persen dari virus yang ditemukan di India yang bersirkulasi di India adalah varian Kappa," jelas dia.
Mahardika mengakui, varian Kappa memang terpantau sudah menyebar. Meskipun dalam persentase yang kecil, bahkan menunjukkan penurunan aktivitas.
"Memang sudah menyebar ke berbagai negara. Di Asia Tenggara. Di Jepang juga sudah ditemukan, di Eropa, dan Afrika. Australia juga. Artinya virusnya sudah menyebar. Tapi kemudian perentase di dunia itu sangat rendah, di bawah 1 persen. Bahkan di India, aktivitasnya dari pernah mencapai 25 persen minggu lalu. Sekarang persentasenya hanya 7,5 persen. Artinya dia menurun aktivitasnya di India," terang dia.
Mahardika melanjutkan, jika melihat tren global, maka varian yang paling dominan saat ini yakni varian Delta. Varian inilah yang harus betul-betul mendapatkan perhatian lebih serius.
"Sekali lagi saya menyebutkan tren dunia juga terjadi di Indonesia, bahwa varian yang dominan saat ini di dunia adalah varian Delta. Dari 100 orang yang sakit Covid saat ini, kalau diambil sampelnya, 80 persen adalah varian Delta, 20 bukan Delta," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya