Viral Pria di Tangsel Aniaya Kucing, Polisi Sebut Pelaku Bisa Dijerat Pidana Ringan
Merdeka.com - Video cekcok antara Kepala Keamanan Sekolah Solideo, Mulyadi (M) dengan Kepala Rumah Tangga sekolah, Felix Yanaputra (FY) viral di media sosial. Dalam video itu, Mulyadi mengecam dugaan tindakan kasar Felix yang menganiaya induk kucing dan empat anak kucing di area sekolah.
Kepolisian Sektor (Polsek) Serpong, Tangerang Selatan meminta keterangan dari kedua pihak yang berselisih akibat dugaan penganiayaan kucing di area luar Sekolah Solideo, BSD, Tangerang Selatan.
Kapolsek Serpong Kompol Yudi Permadi mengaku, pihaknya sudah memintai keterangan dua orang saksi dan terduga pelaku penyiksaan hewan tersebut.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan saudara FY dan saksi M dan W. Kita lagi lakukan pemeriksaan," kata Yudi dikonfirmasi, Senin (22/3).
Yudi menegaskan, pelaku FY dapat dijerat tindak pidana ringan, terkait penyiksaan hewan yang dilakukan Kepala Bagian Rumah Tangga sekolah tersebut, pada (9/3/2021) lalu.
"Karena informasinya itu kucingnya tidak mati. Warga sama sekuriti di sana masih melihat berkeliaran. Hafal mereka sama kucingnya," jelas Yudi.
Sebelumnya, video cekcok mulut antara M dan FY viral. Dalam video itu, Mulyadi mengecam dugaan tindakan kasar Felix yang menganiaya induk kucing dan empat ekor anak kucing di area sekolah.
"Sebenarnya, kejadian tersebut sudah lama dan viral belum lama ini. Kejadian persisnya, Selasa tanggal 9 Maret kemarin. Saya kesal ke Pak Felix, itu spontan saja. Karena saya tidak mau binatang diperlakukan engga baik," katanya di sekolah Solideo.
Dia menuturkan kalau, kejadian itu berawal ketika FY, mengeluarkan kucing dari dalam lingkungan sekolah ke luar area sekolah. Saat kucing itu dipindahkan, FY dicakar oleh kucing tersebut, hingga mengalami luka di tangan.
"Kronologis sebenarnya, bahwa itu tindakan spontanitas karena ada luka cakar. Awalnya kucing itu ada di pojok sana, kemudian mau dipindah. Tetapi kucingnya berontak dan mencakar jari Pak Felix, luka, sampai empat jahitan," ungkap M.
"Kenapa sampai terjadi penganiayaan? Jadi itu spontanitas karena dia dicakar dan terluka, terus saya lihat diperlakukan kurang enak. Tapi tidak mati, saya tegaskan lagi tidak mati. Yang saya tahu seperti itu, tidak mati dan pingsan saja. Tetapi memang ada ucapan spontanitas membunuh dari Pak Felix," katanya.
Selain induk kucing yang dianiaya oleh teman kerjanya itu, empat anak kucing dari satu indukan kucing dibuang ke saluran air depan sekolah. Yang dalam video itu, terlihat kucing kucing tersebut diambil oleh satpam-satpam lainnya.
"Itu kucing liar yang berada di sekitar sekolah, ada satu induk dan empat ekor anakannya," ucapnya.
Dia menegaskan, kalau kucing-kucing itu juga masih hidup dan tidak mati, seperti yang terlihat dalam video viral di media sosial.
"Kucingnya masih hidup. Tapi sekarang enggak tahu kucingnya ke mana. Dua hari setelah kejadian itu masih kelihatan, tapi sekarang sudah enggak ada. Mungkin dibawa sama warga lain," ucap dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya