Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Viral Hujan Es di Semarang, Begini Penjelasan BMKG

Viral Hujan Es di Semarang, Begini Penjelasan BMKG Awan cumolonimbus. ©2014 Wikipedia

Merdeka.com - Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyatakan fenomena hujan es yang terjadi di Kecamatan Tembalang, Semarang pada Senin (21/2) pukul 16.00-17.00 wib. Adanya awan Cb antara minus 50 derajat celsius sampai 80 derajat Celcius, hingga menyebabkan adanya Madden Julian Oscillation (MJO) sehingga pembentukan awan hujan menjadi signifikan.

"Ini mengindikasikan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dan potensi hujan es," kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno, Senin (21/2).

Dia menyebut adanya hujan es di Semarang merupakan hal alamiah, serta pertanda adanya cuaca ekstrem. Selain itu hujan lebat yang dibarengi kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat sering terjadi selama pancaroba.

"Hujan es disebabkan munculnya awan Cb. Kategorinya ada tiga macam partikel. Masing-masing butir air, butir air super dingin dan partikel es," ungkapnya.

Hujan es di Semarang muncul pada radius lokal dengan jarak 5-110 kilometer dengan durasi singkat kurang lebih 10 menit dan diprediksi tidak bisa diprediksi secara spesifik.

"Sifat hujan es sering terjadi siang dan sore hari. Hanya bisa diprediksi 0.5-1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan kurang 50 persen. Dan juga berasal dari awan Cumulonimbus, tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan hujan es," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP