Viral Baca Basmallah saat Makan Babi, Lina Mukherjee Kembali Dipanggil Polisi
Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan akhirnya melayangkan surat panggilan kedua terhadap Lina Mukherjee terkait laporan dugaan penistaan agama. Diketahui, selebgram itu membuat konten makan kulit babi dengan membaca basmallah.
Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Agung Marlianto mengungkapkan, panggilan kedua dikirim ke alamat yang sama seperti pada panggilan pertama, yakni di rumah dan apartemen terlapor. Pada panggilan pertama, surat itu telah diterima terlapor namun tidak hadir tanpa diketahui alasannya.
"Karena panggilan pertama mangkir, maka kami mengirimkan surat panggilan kedua untuk diminta keterangan kepada terlapor Lina Mukherjee," ungkap Agung, Kamis (27/4).
Menurut dia, terlapor dianggap tidak kooperatif dalam menghadapi kasus ini. Selain berbentuk fisik berupa surat, penyidik juga mengirimkan undangan klarifikasi ke nomor WhatsApp terlapor.
"Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban atau respons dari yang bersangkutan," ujarnya.
Polisi Ancam Panggil Paksa
Dia berharap terlapor dapat hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memudahkan proses hukumnya. Jika tetap mangkir, penyidik dapat melakukan panggil paksa bahkan jemput paksa dan penangkapan paksa ketika penyidik menilai bukti permulaan sudah cukup untuk menduga tersangka.
"Keterangan terlapor dibutuhkan untuk laporan ini," beber dia.
Diketahui, selebgram Lina Mukherjee alias Lina Lutvia dipolisikan atas dugaan pelecehan agama karena membuat konten makan kulit babi panggang. Laporan disampaikan seorang advokat ke SPKT Polda Sumsel, Syarif Hidayat.
Pelapor menyebutkan, unggahan video Lina Mukherjee dalam akun TikTok @lilmukerji termasuk dalam tindak pidana pelecehan agama Islam. Apalagi, terlapor mengaku penasaran rasa dan kriuknya kulit babi panggang meski ia beragama Islam.
"Kami melaporkan influencer yang telah membuat konten dengan mencampuradukan antara SARA dan akidah. Perbuatannya sangat tidak terpuji dan meresahkan," ungkap Syarif, Kamis (16/3).
Konten Dianggap Memperolok Agama
Pelapor menyayangkan sikap Lina Mukherjeen yang justru memprovokasi banyak orang. Apalagi ia memiliki jutaan pengikut yang bisa saja mencontoh aksinya, terutama Muslim.
"Kontennya mencontohkan hal yang haram dalam agama kita. Bagaimana jika anak kita menonton konten ini, tentu hal seperti ini tidak boleh kita biasakan," kata dia.
"Dia sengaja mengonsumsi babi agar pengikutnya bertambah, tapi aksinya malah memperolok agamanya sendiri," tutupnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya