Villa Mutiara, Kelompok Doktrin Pelaku Bom Bunuh Diri Depan Katedral Makassar
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya telah mengamankan empat orang terkait bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Perkembangan dari peristiwa yang terjadi kemarin, maka sampai dengan hari ini kita sudah mengamankan kurang lebih empat orang tersangka yaitu saudara AS, SAS, MR dan AA," kata Sigit saat konferensi pers di Polda Sulsel, Senin (29/3).
Dia menjelaskan, mereka yang telah diamankan tersebut satu kelompok dengan pelaku bom bunuh diri yakni L dan juga YSF.
"Dimana masing-masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF, mereka ada dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara namanya, dimana masing-masing memiliki peran untuk memberikan doktrin," jelasnya.
Tak hanya itu, ternyata mereka juga ada yang berperan untuk membeli bahan peledak hingga sampai ‘berjihad’.
"Kemudian mempersiapkan rencana untuk jihad dan juga berperan membeli bahan yang akan untuk sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri," pungkasnya.
Diketahui, terjadi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3). Pelaku bom bunuh diri itu merupakan sepasang suami isteri berinisial L seorang laki-laki dan YSF seorang perempuan.
Keduanya juga diketahui baru saja menikah pada enam bulan yang lalu dan dinikahkan oleh Rizaldi yang merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Rizaldi sendiri sudah lebih dulu ditangkap Densus 88 antiteror pada Januari 2021 lalu.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya