Video Server KPU Diatur Menangkan 01 Diambil di Rumah Mantan Bupati Serang
Merdeka.com - Sebuah video viral menyebut server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diatur untuk memenangkan pasangan Capres-Cawapres 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. KPU sudah melaporkan video yang diunggah tiga akun media sosial ke Bareskrim Polri.
Belakangan diketahui video itu diambil di rumah mantan Bupati Serang, Taufik Nuriman di kawasan Ciracas, Serang, Banten. Taufik membenarkan rapat dilakukan di rumahnya dengan peserta tim pemenangan inti Capres Prabowo Subianto dan berlangsung satu jam. Namun dia tak ada sangkut pautnya dalam pertemuan itu.
Di video itu, terekam seorang pria menggunakan mikrofon dan menyatakan bahwa KPU sengaja memenangkan paslon Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Tim dari Jakarta kan ada timses Prabowo. Dia koordinator wilayah Banten ada kegiatan rapat tentang kondisi di lapangan saya punya ruangan ya silakan. Saya mah gak ngundang," kata Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (5/4).
Namun, kata Taufik, dia hanya sebagai fasilitator tempat rapat dan mengaku tidak mengenal peserta rapat yang lainnya.
"Lupa namanya, saya kenal di situ saja. Kan saya mah mendengarkan saja enggak tahu persiskan apakah fitnah apa benar kenyataan," katanya.
Dia juga kaget pertemuan di rumahnya itu kemudian viral di media sosial, padahal tak ada media diundang.
"Itu porsi internal rada kaget juga yang upload mungkin enggak tahu menahu internal yang lain. Kalau dipanggil Bareskrim yang dipanggil yang tim itu aja, saya mah enggak ngundang cuma diminta tempat aja," katanya.
Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman menyambangi Kantor Bareskrim Siber Polri, Jakarta Selatan. Bersama tujuh komisioner lainnya, mereka melaporkan tiga akun sosial media yang berisikan video viral terkait isu server KPU diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, juga membantah video viral yang menyebut server milih lembaga penyelenggara pemilu tersebut sudah diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, pemilu bekerja secara adil dan tidak mendukung salah satu paslon peserta pemilu.
"Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT," kata Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (4/4).
Selain itu, ia mengungkapkan, tak ada server KPU yang berada di luar negeri dan semua berada di dalam negeri. Hal itu dikarenakan, agar bisa dijaga bersama-sama oleh penyelenggara pemilu dan juga IT dari dalam negeri.
"Sehingga kalau disampaikan ada server KPU di luar negeri yang bobol itu tidak benar," ungkapnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya