Video polisi diduga terima suap, Mabes Polri janjikan sanksi tegas
Merdeka.com - Elanto Wijoyono, pria asal Yogyakarta mengunggah tiga video yang diduga suap terhadap polisi di Pos Polisi Pojok Benteng Wetan, Jl Parangtritis, Yogyakarta yang dilakukan oleh beberapa truk. Anggota polisi yang terekam kamera Elanto sudah diperiksa Provost untuk dimintai keterangan.
Menanggapi video anggotanya yang diduga menerima suap, pihak Mabes Polri berjanji bakal bersikap tegas pada anggotanya. "Kalau memang benar ada, nanti akan kita berikan sanksi," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono di Kantor Humas Mabes Polri, Selasa (6/9).
Sanksinya bermacam-macam disesuaikan prosedur yang ada dan sesuai yang ditetapkan. Sebelum menjatuhkan sanksi harus terlebih dulu memastikan kebenaran isi dalam video tersebut apakah benar ada dugaan menerima pungutan liar atau hanya sekadar kesalahpahaman.
"Kalau terbukti salah, nanti kita berikan sanksi seperti sanksi administrasi, yaitu dikenakan sanksi dari mulai teguran tertulis, kurungan, atau sampai teguran tertulis mutasi bersifat demusi atau bahkan sampai kurungan dan yang terberat adalah pemberhentian dengan tidak hormat," paparnya.
Sebelumnya, Elanto Wijoyono, pria asal Yogyakarta mengunggah tiga video yang diduga suap terhadap polisi di Pos Polisi Pojok Benteng Wetan, Jl Parangtritis, Yogyakarta yang dilakukan oleh beberapa truk.
Dalam video dengan judul 'Ada Apa di Pos Polisi Jokteng Wetan #Jogja Ini?' yang diunggah ke youtube pada 3 Oktober 2015, tampak sebuah truk berhenti ketika melewati pos polisi. Kemudian seorang awak truk turun dengan tangan menggenggam sesuatu lalu berjalan ke pos polisi.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya