Video polisi cekik petugas Tol Cileunyi beredar di media sosial
Merdeka.com - Jagad media sosial sejak Senin (9/5) kemarin diramaikan dengan video tindakan arogan seorang pria berpakaian polisi. Petugas gerbang Tol Cileunyi dicekik lelaki itu lantaran diduga ogah membayar tol.
Dalam video dari kamera pengawas (CCTV) menyebar cepat sejak diunggah akun Facebook Fariz Radian, terlihat seorang polisi tiba-tiba menghampiri petugas tengah berjaga di dalam sebuah ruangan sempit.
Ruangan itu menyerupai loket pembayaran pada gerbang tol. Dalam tayangan berdurasi 50 detik ini, penjaga berpakaian oranye tiba-tiba dicekik dengan tangan kiri oleh lelaki berseragam polisi itu.
Kemudian terlihat ada percakapan. Hanya saja, akun Fariz dalam keterangannya menyatakan, saat itu rombongan dari PT Jasa Raharja meminta pembayaran dua kendaraan lainnya digratiskan dengan satu kartu.
Padahal dalam peraturan penggunaan badge dinas, satu kartu hanya bisa digunakan satu kendaraan dan satu kali transaksi.
Deputi General Manager Tol Collection Manajemen PT Jasa Marga Bandung, Endang Sabarudin, membenarkan peristiwa dialami salah satu anak buahnya. Kejadian itu berlangsung pada Senin, 18 April 2016, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kejadian 18 April. Sudah lama sekali ya. Ini kayanya ada lah yang upload. Saya enggak tahu siapa yang upload, tapi ini sudah selesai," kata Endang kepada wartawan, Selasa (10/5).
Endang mengatakan, memang ada kesalahpahaman terjadi dalam ruangan itu. Petugas loket diintimidasi polisi minta digratiskan, harus melapor ke Kepala Shift Pengumpulan Tol (KSPT). Namun, polisi itu nampak tidak terima.
"Dia ada badge yang pertama, dan kedua ketiga tidak ada. Karena kartu pertama free. Tapi semuanya sudah selesai," ujar Endang.
Endang menambahkan, buat melintasi gerbang tol ada aturannya. Sekalipun mereka adalah menteri, Kapolda, dan lainnya. Jadi menurut dia, iring-iringan yang sifatnya dengan pengawalan terlebih dulu disampaikan ke Pos Patroli Jalan Raya.
"Misalnya (keluar) wilayah Padaleunyi, informasikan ke kami. Rombongan dari mana, bilang dari mana, dengan sekian kendaraan. Satu bisa, dua dan lain-lain. Dari situ baru ke kita. Nanti disiapkan gardunya sebelah mana. Tetap nanti ada laporan tagihannya juga," tutup Endang.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya