Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Uu vs Daniel, siapa lebih pantas dampingi dampingi Ridwan Kamil?

Uu vs Daniel, siapa lebih pantas dampingi dampingi Ridwan Kamil? Daniel Mutaqien dan Uu Ruhzanul Ulum. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakal calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil harus selektif dalam menentukan wakilnya. Jika gegabah dan cenderung asal-asalan dengan cara pragmatis, itu akan mengganggu tren positif dirinya jelang Pilgub Jawa Barat.

Pengamat Politik Universitas Padjajaran Bandung Muradi menyarankan, jika Wali Kota Bandung itu ingin melenggang mulus dalam pencalonannya, bakal pendampingnya harus mampu menutupi kelemahan popularitas dan elektabilitas Emil di suatu wilayah.

Selain itu, calon wakil harus memiliki jaringan yang kuat, salah satunya melalui partai. Dengan kekuatan jaringan partai yang dimiliki, wakil tersebut diyakini mampu meningkatkan sosialisasi yang baik sehingga berpotensi besar untuk menarik simpati pemilih.

Terakhir, sosok wakil yang dipilih harus bisa menopang kinerja Ridwan Kamil.‎ "Melihat kandidat calon wakil Emil yang disodorkan partai pengusung saat ini, saya nilai Uu (Ruzhanul Ulum dari PPP) lebih unggul dibanding Daniel (Mutaqien dari partai Golkar)," kata Muradi pada wartawan Rabu (8/11).

Uu yang memiliki basis suara besar di Priangan Timur dinilai Muradi mampu mendongkrak popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil yang saat ini selalu unggul di berbagai survei. ‎"Uu relatif bisa mengambil suara di Priangan timur," katanya.

Sedangkan Daniel, meskipun berasal dari utara Jawa Barat, menurut Muradi belum tentu bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitas di kawasan tersebut. "Kalau Daniel, saya enggak yakin. Dia figur baru, belum bisa membangun. Paling juga hanya Indramayu saja, itu juga belum tentu," ujarnya.

Dari sisi jaringan partai pun, Muradi menilai Uu lebih unggul dibanding Daniel. Dengan bulatnya dukungan PPP untuk Uu, mesin partai akan bekerja maksimal dalam menyosialisasikan Emil-Uu.

Sedangkan Daniel, meski partai Golkar memiliki logistik yang lebih kuat, namun belum tentu bisa diandalkan diandalkan. Penyebabnya adalah persoalan di tubuh Golkar.

Pengusulan Daniel sebagai calon wakil gubernur menimbulkan kekecewaan di struktur dan kader Golkar di Jawa Barat yang berharap Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur.

"Golkar punya tingkat resistensi yang cukup besar, karena ada Dedi Mulyadi. Emil akan berisiko jika memilih Daniel sebagai pendampingnya. Semacam api dalam senyap, bisa terbakar. Karena ada kekecewaan dari kader Golkar," ucapnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP