Usut Tragedi Kanjuruhan, Polri Gandeng Kompolnas Awasi Kinerja Tim Investigasi
Merdeka.com - Polri menggandeng Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam mengusut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Polri menyatakan bahwa pelibatan Kompolnas untuk mengawasi kinerja tim investigasi Dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar transparan dalam mengusut tragedi yang memakan korban jiwa ratusan tersebut.
"Tim investigasi yang dibentuk oleh Bapak Kapolri juga yang pasti diawasi secara eksternal sebagai bentuk transparansi agar tim bekerja secara akuntabel dari Kompolnas," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Polres Malang, Senin (3/10).
Dedi mengatakan, bentuk pengawasan dilakukan Kompolnas antara lain melakukan komunikasi dengan tim investigasi tersebut. Selain itu, Kompolnas melakukan audit kerja tim berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengungkap tragedi tersebut.
"Berkomunikasi dengan tim investigasi yang dibentuk Kapolri dan juga silakan melakukan audit terhadap kerja dari pada tim ini," ujar dia.
Dia menambahkan, pihak Kompolnas telah didatangkan ke Malang, Jawa Timur, guna mengawasi proses investigasi secara langsung.
"Kompolnas hari ini sudah datang ke Jatim dan sekarang akan menuju ke Polres Malang," kata dia.
Ini Satuan yang Dikerahkan Kapolri
Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi terkait peristiwa yang memakan korban ratusan jiwa. Dengan mengerahkan berbagai kesatuan untuk mengusut dan lakukan investigasi.
"Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdkkkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan," ujar Sigit.
Tim DVI Polri akan dikerahkan guna melakukan identifikasi korban. Serta mengumpulkan data, fakta dan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara atau stadion.
"Tentunya kami lakukan langkah-langkah lanjutan dengan tim DVI kemudian tim penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menginvestigasi secara tuntas dan nanti hasilnya kita sampaikan ke seluruh masyarakat," papar Sigit.
Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) yang menewaskan setidaknya 125 orang menjadi tragedi yang menelan korban jiwa terbesar kedua dalam sejarah sepak bola.
Peristiwa bahas terjadi usai pertandingan antara tuan rumah Arema FC yang kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.
Suporter Arema FC yang kecewa dengan kekalahan itu melampiaskan dengan turun ke lapangan mengejar pemain dan ofisial sehingga polisi berupaya menghalau, termasuk menembakkan gas air mata.
Penonton yang panik berlari ke pintu keluar sehingga terjadi penumpukan. Akibatnya fatal, banyak penonton yang terinjak-injak, terhimpit dan sesak napas.
Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.
Reporter Magang: Michelle Kurniawan
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya