Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usut Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi

Usut Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Polri sudah mulai menerapkan konsep Presisi atau prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Diketahui konsep tersebut adalah arahan dari calon Kapolri Komjen Listyo Sigit yang akan dilantik secara resmi besok.

Salah satu terapan Presisi tersebut ada dalam kasus dugaan rasisme dilakukan oleh Ambroncius Nababan (AN) terhadap aktivis asal Papua Natalius Pigai.

"Setelah dilakukan analisa oleh Bareskrim Polri sekitar tanggal 24 Januari 2021. Bahwa akun rasisme tersebut ada di media sosial yaitu Facebook, yang atas namanya AN yang diduga mengunggah foto yang tidak pantas," jelas Argo saat menjabarkan penerapan prediktif dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1).

Kedua responsibilitas, lanjur Argo, penerapannya ada saat Bareskrim Polri memutuskan mengambil alih kasus itu dari Polda Papua dan Polda Papua Barat.

"Dengan analisis dilakukan Bareskrim, juga menghubungi Polda Papua Barat dan Polda Papua untuk melimpahkan laporan terkait," ungkap Argo.

Terakhir, adalah transparansi berkeadilan. Argo menyatakan kasus terkait dapat dikawal oleh masyarakat karena ditindak secara transparan. Karenanya dia meminta untuk seluruh pihak mempercayakan penegakan hukum terhadap Polri dengan konsep Presisi.

"Jangan membuat sesuatu yang nanti akan melanggar pidana. Percayakan bahwa kepolisian akan transparan dalam melakukan penyidikan kasus ini," Argo menandasi.

Sebelumnya diberitakan, seorang Kader Partai Hanura sekaligus Ketua Relawan Pro Jokowi-Ma'ruf Amin (Pro Jamin) Ambroncius Nababan didgua melakukan ujaran bernada SARA atau rasisme terhadap aktivis Papua Natalius Pigai. Namun saat dikonfirmasi, Ambroncius menegaskan, bahwa ujaran dilontarkan tidak bermaksud rasisme melainkan persoalan pribadi.

"Saya yang unggah mengenai Natalius Pigai kasus vaksin sinovac, jadi berkembang isunya. Sebenarnya itu hanya untuk untuk pribadi, saya dengan pribadi Natalius," kata Ambroncius saat dikonfirmasi, Selasa (26/1/2021).

Perihal ujarannya menjadi terduga SARA, Ambroncius mengelak. Dia menyatakan tidak ada niatan untuk berbuat rasisme.

"Sekarang mulai berkembang saya melakukan perbuatan rasis, sebenarnya tidak ada, saya bukan rasis," tegas dia.

Ambroncius mengklaim, bahwa dirinya sebagai warga yang diangkat secara adat oleh warga Papua. Dia pun menyatakan, jika dirinya adalah juga bagian dari Papua. "Saya sebagai anak Papua, tidak akan mungkin saya melakukan rasis kepada suku Papua apalagi ke Natalius," kata Ambroncius.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP