Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usut kasus BPPN, Kejagung ditantang ungkap perampok aset negara

Usut kasus BPPN, Kejagung ditantang ungkap perampok aset negara Gedung Kejaksaan Agung. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kejaksaan Agung tengah gencar mengusut kasus pengalihan hak atas piutang (cessie) Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kejaksaan Agung didesak menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk mengungkap perampokan aset negara melalui BPPN.

Kejagung telah menggeledah kantor PT Victoria Sekuritas pada pekan lalu. Skandal ini disebut hanya sebagian kecil kasus perampokan aset negara melalui BPPN.

"Skandal Victoria Sekuritas yang sedang diusut oleh Kejaksaan Agung saat ini adalah sebagian kecil dari skandal patgulipat obral murah aset negara di BPPN, yang diduga diotaki oleh sejumlah politisi parpol, pejabat negara, pimpinan BPPN dan pengusaha, dari era Presiden Habibie hingga Presiden Megawati," kata Aktivis Petisi 28 Haris Rusly di Jakarta, Rabu (19/8).

Karena itu, lanjut dia, Kejaksaan Agung harus menjadikan skandal PT Victoria Sekuritas tersebut sebagai momentum dan pintu masuk untuk membongkar patgulipat obral murah asset BPPN yang memperkaya secara mendadak sejumlah politisi partai, pejabat negara dan melahirkan sejumlah konglomerat baru.

"Pengungkapan kasus perampokan aset BPPN secara keseluruhan penting untuk mencegah terulangnya kejahatan yang sama di masa akan datang," terang dia.

Agar penangan krisis moneter yang merampok asset negara, lanjut dia, sebagaimana yang terjadi pada tahun 1998 tak terulang kembali, maka kejaksaan agung harus serius mengungkap perampokan asset BPPN tersebut.

"Kejaksaan sebaiknya selalu ingat pada pesan Presiden Jokowi, agar Kejaksaan Agung tidak menjadikan tersangka sebagai ATM," tegas dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP