Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai Terima Vaksin, Tokoh Agama di Kupang Imbau Masyarakat Menyiapkan Diri

Usai Terima Vaksin, Tokoh Agama di Kupang Imbau Masyarakat Menyiapkan Diri Vaksinasi Covid-19 di Kupang. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai melakukan vaksinasi covid-19, Kamis (14/1) pagi. Vaksin perdana ini diberikan kepada sejumlah pejabat dan tokoh agama, yang ada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu.

Dari 18 pejabat dan tokoh agama yang diundang, hanya lima orang yang dinyatakan sehat untuk menerima vaksin covid-19 sinovac tahap pertama tingkat provinsi.

Kabid Dokes Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Sudaryono menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin, setelah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat oleh petugas medis.

Setelah itu Sekertaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni, Ben Polo Maing, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, Fredrik L. Benu, Ketua Gereja Injili Timor (GMIT), Pendeta Mery Kolimon dan Direktur RSUD W.Z Yohanes, Mindo E. Sinaga.

Kabid Dokes Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Sudaryono mengaku, awalnya merasa tegang saat persiapan, karena beberapa kali tensi darah hasilnya naik turun. Namun semuanya kembali normal dan berhasil divaksin.

"Untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur silakan melakukan vaksin karena aman," katanya usai menerima vaksin.

Ketua GMIT, Pendeta Mery Kolimon meminta terima kasih kepada pemerintah karena telah melibatkan dirinya sebagai tokoh agama, menerima vaksinasi bersama sejumlah pejabat lainnya.

"Terima kasih bahwa program vaksin covid-19 di Indonesia sudah dimulai, kemarin kita punya pak Presiden sudah mulai dan hari ini sejumlah pejabat dan tokoh agama. Terima kasih kami sudah dilibatkan dalam vaksin ini," ungkapnya.

Setelah disuntikan vaksin, Pendeta Mery Kolimon mengaku tidak merasakan gejala apapun. Awalnya ia merasa terganggu lantaran tekanan darahnya tinggi, sehingga harus menunggu selama 30 menit untuk diperiksa lagi oleh tenaga medis.

"Saya harus menunggu 30 menit untuk tekanan darah kembali normal agar mendapatkan vaksin," ujarnya.

Pendeta Mery Kolimon mengimbau kepada seluruh pendeta dan jemaat untuk segera mempersiapkan diri menerima vaksin, sehingga kebal terhadap virus covid-19.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaat untuk mempersiapkan diri dalam vaksin, ini tugas kita pertama merawat kehidupan dan vaksin covid-19 adalah bagian dari merawat kehidupan milik Tuhan. Kami juga minta pendeta dan warga jemaat untuk mempelajari hal-hal yang dipersiapkan menuju vaksin, misalnya menjaga kesehatan dengan tekanan darah yang baik, untuk kepentingan vaksin yang diatur oleh pemerintah nanti," tegasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP