Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai racun istri siri, Turino buat surat pengakuan dan motif

Usai racun istri siri, Turino buat surat pengakuan dan motif Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang menemukan surat pengakuan dan alasan mengapa Turino, diduga tega meracuni istri sirinya Sartini hingga tewas. Surat pengakuan sang suami itu ditemukan polisi saat melakukan proses identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar Nomor 5, Kamar Gatot Soebroto, Kompleks Balai Rehabilitasi Sosisal (Resos) Mardi Mulyo I Semarang di Jalan Mulawarwan, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah Sabtu (21/3) siang.

"Polisi tadi menemukan surat atau catatan harian tadi saat memeriksa di kamar Sartini," ungkap Sunarto (68) pembimbing Balai Resos Mardi Mulyo I Semarang UPTD Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah saat ditemui wartawan di TKP Sabtu (21/3) siang tadi.

Dalam surat yang diduga ditulis Turino di buku harian Sartini, potongan kalimatnya berbunyi, "Saya melakukan ini karena Sartini sudah tidak mau dipegang sama aku. Karena Sartini sudah ada pendamping yang lain di balai ini. Karena saya tahu dengan mata kepalaku," tulis Turino.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Soegiharto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa polisi menemukan catatan harian atau tulisan tersebut. Namun, Soegiharto menyatakan akan memastikan terlebih dahulu apakah itu tulisan pelaku yang diduga cemburu dengan sesama penghuni resos kemudian meracuni Sartini atau itu tulisan korban sendiri.

"Kami akan memastikan terlebih dahulu. Tulisan siapakah itu. Tulisan korban atau tulisan suami sirinya yang diduga sebagai pelaku," ungkapnya.

Selain itu, dari beberapa keterangan saksi-saksi bahwa Turino melakukan pelariannya ke arah timur. Meski pengakuannya demikian, polisi tetap akan melakukan pengejaran pelaku Turino ke tempat asal kedua suami istri yang hanya berstatus nikah siri tersebut.

"Kamu bertahan dan tunggu di Temanggung lebih dulu. Nanti kita geser ke Kebumen bareng-bareng. Ada TO (target operasi) baru lagi. Nanti kalau sampai saya kabari," ungkap Kanit Opsnas Resmob Polrestabes Semarang Aiptu Janadi saat menelepon beberapa anggotanya dalam rangka pengejaran Turino.

Dengan berbekal foto pelaku, polisi melakukan pengejaran tidak hanya di kampung halaman Turino di Kebumen saja. Namun, Soegiarto juga memerintahkan jajaran Polsek Tembalang dan anggotanya di Semarang untuk mencari jejak Turino.

"Nanti anggota polsek juga tolong ikut mencari," ungkap Soegiarto kepada anggota dan perwira Polsek Tembalang.

Saat melakukan koordinasi di lapangan, polisi baik dari Polsek Tembalang dan Polrestabes Semarang membagikan foto diriTurino dengan ciri-ciri berkumis, berkepala agak botak sebagai petunjuk melakukan pengejaran dan pencarian pelaku.

"Nanti saja, kalau sudah tertangkap. Doakan saja. Amien. Pasti akan kita gelar kasusnya dan sampaikan ke rekan-rekan wartawan," tegas Soegiarto.

Sebelumnya, Sartini (39) warga asal Kemuning, Kecamatan Pandansari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Sabtu (21/3) sekitar pukul 11.00 WIB ditemukan tewas di atas tempat tidurnya di dalam kamar dengan mulut berbusa.

Korban diduga tewas di kamar Gatot Soebroto Nomor 5 Kompleks Balai Resos Mardi Mulyo I Semarang di Jalan Mulawarman, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang karena diduga diracun oleh suami sirinya sendiri Turino. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP