Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai marah, Ganjar simulasikan sistem ideal di jembatan timbang

Usai marah, Ganjar simulasikan sistem ideal di jembatan timbang Ganjar marah saat sidah di BKD Jateng. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan aksi marah-marah dia di jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah merupakan murni niat dari dirinya untuk memperbaiki kondisi buruknya birokrasi di Pemprov Jawa Tengah. Dalam sepekan ini, dirinya akan menerima laporan hasil dari lapangan kemudian dirinya akan melakukan langkah pembinaan dan perbaikan sistem dan kondisi 16 jembatan timbang yang tersebar di Jawa Tengah.

"Inspektorat kita turunkan. Dalam satu minggu ini data laporan sudah masuk ke saya. Ada dua sebenarnya, saya tidak hanya akan sekedar menyembelih orang tetapi ada unsur pembinaan. Ini khan mau perbaikan birokrasi," ungkap Ganjar Senin (5/5) usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan dan melakukan pengisian awal atau 'impounding' Waduk Jatibarang di Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, usai berang mendapati pungli di jembatan timbang, Ganjar juga mendapatkan simpati serta relawan yang ingin memperbaiki sistem dan kondisi jembatan timbang yang rawan pungli.

"Saya tidak mau bakar rumahnya tetapi tikusnya juga kita tindak gituh lho. Makanya malam ini saya akan menerima dua tim saya. Satu bantuan akibat peran serta teman-teman. Ketika kemarin saya tidak menyangka hasilnya begitu tapi hampir sosial media, kemudian semua orang nonton televisi baca koran. Kok saya dapat relawan-relawan mau membantu," ungkapnya.

Selain masukan dari relawan dan beberapa rekanya yang peduli, Ganjar juga mengirimkan dua stafnya untuk melakukan studi untuk memperbaiki sistem di jembatan timbang. Termasuk menerima masukan dari beberapa pakar ahli serta mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait teknologi komunikasi di jembatan timbang.

"Teman-teman dari IPB itu mau datang membantu menyusunkan saya program bagaimana program itu bisa dilaksanakan secara komprehensif. Bahkan kemarin saya kirimkan bagaimana cara pengendalian menggunakan teknologi informasi dua staf sudah saya kirim ke Surabaya karena Pemkot Surabaya bagus banget. Dua itu mau kita kaji," ungkapnya.

Terkait pernyataan Menteri PU Djoko Kirmanto yang akan membeton pantura, Ganjar akan menyesuaikan nya dengan kebijakan dan aturan di jembatan timbang yang akan dituangkan dalam revisi perda soal jembatan timbang.

"Nanti saya mau hitung, soal itungan nya Pak Menteri tadi. Apakah kalau itu dibeton tonase nya juga kita tingkatkan. Kalau daya dukung beton tonase kita tingkatkan. Nah kalau sudah begitu nanti kita buat sangsi yang benar yang kira-kira membikin efek jeranya," ungkapnya.

Termasuk menerapkan bagaimana upaya sangsinya sehingga akan membikin efek jeranya.

"Apakah akan diturunkan barangnya, apakah kita denda. Apakah denda 50-60 ribu itu bikin efek jera. Dan itu sekarang sudah ketemu metodenya karena angkutan dari awal harus melebihi muatan karena itulah efisiensi angkutan menurut kacamata pengusaha," ucapnya.

Sehingga pola permainan pungli yang terjadi antara kernet, sopir dan petugas bisa sedemikian mungkin diminimalisir. Sehingga tidak merugikan negara dalam hal ini uang rakyat.

"Menurut kaca mata mereka sopir kernet, itu semua bicara; Nah pak saya titip sedikit pak karena itu rejeki saya. Terus dari rejeki itu dia melebihi tonase dia membagi rejeki pada petugas jembatan timbang. Begitu metodenya. Modusnya begitu. Yang rugi siapa? rakyat. Sebenarnya kalau mau masuk ke negara sebenarnya masuknya ke APBD. tapi karena dilempar saja ke meja seperti yang saya lihat sendiri, akhirnya yang menerima orang per orang, jalan masih moncrot. Saya sudah bicara dengan teman-teman DPRD itu kayak nya harus kita perbaikilah," paparnya.

Ganjar menilai perda saat ini sudah tidak sesuai lagi sehingga terjadilah antrean yang sangat panjang di jembatan timbang. Termasuk lepasnya beberapa truk-truk yang tidak tercatat dalam kontrol tonase di jembatan timbang.

"Aturan nya itu tidak terlalu sesuai. Tapi jembatan timbang harus kita perbaiki lho. Itu kemarin usai turun dicoba kinerja kita tidak terlalu yahud karena membutuhkan waktu 5-6 menit sehingga antrean panjang, terus lebih dari 100 meter dia nyempit. Free dia tidak diperiksa, ini berarti sistem jelek," ucapnya.

Belajar dari beberapa kasus itulah, Ganjar saat ini telah melakukan upaya simulasi teknologi terapan untuk meminimalisir persoalan fungsi di jembatan timbang saat ini.

"Nah nanti akan kita lihat apakah memakai 2-3 jalur supaya bisa cepat, apakah bisa berbasis teknologi sehingga tidak ada duit cash, pakai kartu gesek-gesek bayarnya ke negara, ini sekarang masih disimulasikan," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP