Menteri Yasonna sebut 4 napi Lapas Jambi kabur usai kerusuhan
Merdeka.com - Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Jambi. Kerusuhan akibat narapidana menolak adanya razia narkoba yang dilakukan oleh petugas gabungan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebutkan empat narapidana mencuri kesempatan untuk melarikan diri usai kerusuhan tersebut.
"Ya ada 4 orang melarikan diri pagi ini. Dari dalam manjat kemudian lari," kata Yasonna sebelum mengikuti Rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/3).
Yasonna menduga para petugas lengah karena kelelahan akibat kerusuhan yang terjadi Rabu (1/3) malam tersebut. "Mungkin lengah itu padahal petugas masih ada di sekitar situ. Mungkin kelelahan ada yang tertidur kali ya. Jadi dalam pengejaran sekarang," paparnya.
Kamis (2/3) pagi LP Klas II A Jambi sudah berangsur kondusif. Emosi narapidana mereda usai diterima beberapa pihak untuk berdialog. Dialog antara 20 orang perwakilan napi dengan Kalapas, Kakanwil Kemenkumham, Kapolda Jambi, Danrem, Sekda Prov Jambi, Kapolresta Jambi, dan Walikota Jambi dilakukan pada pukul 01.00 Wib.
Seperti diberitakan Antara, meski situasi sudah kondusif namun anggota kepolisian bersama TNI masih terus berjaga-jaga di lokasi. Sebanyak 600 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kerusuhan di lapas.
Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara menjelaskan kerusuhan terjadi lantaran para narapidana menolak dilakukannya razia narkoba di malam hari. Mereka khawatir akan adanya penyusup dari luar personel lapas.
Penolakan narapidana tersebut berujung pembakaran ruang koperasi lapas, aula, kantin dan blok khusus wanita pada pukul 20.30 Wib. Alhasil, 85 napi harus dievakuasi ke imigrasi Jambi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya