Usai jumenengan, keluarga Keraton Surakarta kembali berseteru
Merdeka.com - Sebuah peristiwa yang tak diduga terjadi usai upacara peringatan naik tahta atau Tingalan Dalem Jumenengan ke 13, di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (22/4). Sang raja Paku Buwono (PB) XIII yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran adik-adiknya yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat (LDA), marah.
Akibat kemarahan itu, PB XIII Hangabehi mengusir sejumlah adiknya agar keluar dan meninggalkan keraton. Sejumlah anggota LDA yang diusir antara lain GRAy Koes Indriyah, GRAy Koes Sapardiyah, GRAy Koes Supiyah dan GRAy Koes Handariyah.
Anggota Satgas Panca Narendra atau Tim Lima, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH)!Suryo Wicaksono atau Gusti Neno, saat dihubungi wartawan membenarkan hal tersebut. Ia juga membenarkan keempat adik Sinuhun tersebut diusir sekitar pukul 12.00 usai acara jumenengan.
"Mereka diminta keluar usai mengikuti jumenengan sekitar pukul 12.00 WIB. Sinuhun merasa risau dengan adanya LDA yang bisa masuk (menghadiri jumenengan)," ujar Gusti Neno.
Gusti Neno mengatakan, sebenarnya Sinuhun akan mengusiran mereka saat jumenengan berkangsung.
Namun, demi menjaga kelangsungan acara, permintaan Sinuhun baru bisa dilakukan setelah acara jumenengan selesai.
"Mereka keluar melalui Sasono Putra dan dikawal oleh petugas kepolisian," katanya.
Pengusiran, lanjut Gusti Neno, telah sesuai dengan prosedur pengamanan jumenengan. Di mana PB XIII pernah meminta pengamanan kepada Polda Jawa Tengah dan hingga saat ini laporan tersebut belum dicabut.
"Surat perintah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam acara seperti yabg ditakutkan oleh PB XIII. Jadi yang membuat keributan pasti akan diamankan," pungkas Neno.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya