Usai habisi nyawa tunangannya, Asworo selalu terbayang Wiwit
Merdeka.com - Martinus Asworo (33), ditangkap polisi dalam persembunyiannya di sebuah indekos di Lampung. Dia mengakui khilaf dan menyesal telah menghabisi nyawa tunangannya, Chatarina Wiedyawati alias Wiwit (30).
Saat dihadirkan, Asworo dengan santai menjawab setiap pertanyaan. Bahkan, dia mengingatkan awak media untuk bertanya satu persatu agar fokus dijawab.
"Yang mana dulu nih dijawab, yang itu atau ini? Mau singkat-singkat saja atau diceritakan semua," kata tersangka Asworo di halaman Mapolda Sumsel, Rabu (14/6).
Tak puas di sana, Asworo kembali dicecar pertanyaan wartawan saat sudah dipindahkan ke ruang Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Lagi-lagi, tidak nampak emosi ditunjukkan Asworo. Bahkan bisa menjawab pertanyaan meski sambil makan nasi berlauk tempe diberikan petugas.
"Saya khilaf pak, saya menyesal," kata Asworo santai.
Saat ditanya apakah dia dihantui roh korban usai membunuh, Asworo mengaku hanya terbayang masa hidup tunangan itu. Hal itu terjadi sejak melarikan diri untuk menjual motor di Indralaya dan kabur ke Lampung.
"Dihantui tidak, cuma terbayang-bayang saja mas, kan kami pacaran sudah lama, ketemu juga sering walaupun dia tinggal di Prabumulih saya di Palembang," terangnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya