Usai bentrok, 7 antar pendukung cabup di Papua masih dirawat di RS
Merdeka.com - Tujuh warga yang menjadi korban pertikaian di Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, tengah dirawat di dua rumah sakit yang berbeda di Jayapura. Mereka dirawat di RS Youwari Sentani dan RS Bhayangkara di Kotaraja.
Kepala RS Bhayangkara Heri mengatakan, tiga dari tujuh korban dirawat di RS Bhayangkara. Sementara empat korban lainnya dirawat di RS Youwari Sentani.
Mereka yang dirawat di RS Bhayangkara yaitu Dimenus Murib (21) mengalami luka panah di paha, Yundiles (23) terkena luka panah di telinga, dan Katenus (41) mengalami luka panah di dada.
"Ketiga korban itu sudah berada di ruang perawatan dan kondisinya stabil," kata Heri, seperti dilansir Antara di Jayapura, Minggu (30/7).
Ketiga korban itu dilaporkan merupakan pendukung dari pasangan calon bupati Puncak Jaya nomor satu dan dua. Sementara empat korban lainnya yang dirawat di RS Youwari dan merupakan pendukung pasangan calon nomor urut tiga yakni Litu Wonda, Yater Wonda, Endinus Wonda dan Yatu Wonda, dengan luka panah dan tembak yang diderita mereka.
Ketujuh korban, dievakuasi Minggu (30/7) menggunakan pesawat milik Trigana. Pertikaian antarpendukung pasangan calon terjadi Sabtu (29/7) di Mulia sehingga menyebabkan 12 orang mengalami luka terkena panah dan satu orang meninggal akibat luka tembak.
Selain itu, tercatat 16 rumah atau honai dibakar. Jenazah korban yang meninggal yakni Abetu Game sudah dimakamkan secara tradisional yakni dengan cara dibakar.
Pilkada di Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon yakni pasangan Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo- Rinus dan Yuni Wonda-Deinas Geley.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya