Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Update Data Covid-19 10 Mei: Total ODP 248.690 Orang dan PDP 30.317 Pasien

Update Data Covid-19 10 Mei: Total ODP 248.690 Orang dan PDP 30.317 Pasien Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto merilis jumlah pasien berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) kembali bertambah sebanyak 1.843 jiwa. Per hari ini totalnya berjumlah 248.690 jiwa.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yakni bertambah 627 jiwa, total menjadi 30.317 jiwa.

"Jumlahnya masih terus bertambah, oleh karena itu tetap di rumah adalah kunci," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Minggu (10/5).

Yurianto menambahkan, kasus positif Covid-19 sendiri saat ini sudah tersebar ke 34 pronvisi, dan 373 kabupaten/kota dengan penambahan kasus positif sebanyak 387 jiwa sehingga totalnya menjadi 14.032 jiwa.

Sementara pasien sembuh terjadi penambahan sebanyak 91 pasien. Total akumulatifnya menjadi 2.698 pasien.

Pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 14 orang hari ini, sehingga totalnya menjadi 973 orang.

Reporter: Ditto Radityo (Liputan6.com)

Rapid Test Covid-19 di Jakarta, 3.480 Warga Dinyatakan Positif

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan rapid test virus Corona atau Covid-19 terhadap 87.014 orang yang tersebar di lima kota administrasi dan satu kabupaten. Rapid test tersebut sudah dilaksanakan sejak akhir Maret 2020.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan untuk persentase positif bagi yang mengikuti rapid test mencapai empat persen.

"Dengan rincian 3.480 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 83.534 orang dinyatakan negatif," kata Widyastuti dalam keterangan pers, Minggu (10/5/2020).

Selain itu dia juga menyebut Dinas Kesehatan juga memberikan layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa (berbasis website) atau pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id/.

"Bagi masyarakat yang mengakses, akan diberikan layanan konseling oleh Psikolog yang bertugas di Puskesmas di Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan sasaran dan prioritas rapid test yakni mereka yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular. Misalnya tenaga medis, orang-orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) hingga orang dalam pemantauan (ODP).

Apabila hasil tes tersebut positif, langkah selanjutnya yakni dilakukan pengambilan tes swab, isolasi mandiri, atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria keparahan selama menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR). Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Kemudian bila hasilnya negatif, pasien diinformasikan untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan PCR atau memeriksa ulang rapid test sebanyak satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP