Update Bencana Banjir NTT: 86 Meninggal Dunia, 98 Orang Hilang

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di NTT menelan 86 korban jiwa. Sebelumnya, BNPB merilis 128 korban meninggal, namun diralat karena jumlah itu termasuk data korban yang hilang.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Update Bencana Banjir NTT: 86 Meninggal Dunia, 98 Orang Hilang
Banjir di Flores Timur NTT. ©2021 Merdeka.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dan hilang akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di NTT menelan 86 korban jiwa. Sebelumnya, BNPB merilis 128 korban meninggal, namun diralat karena jumlah itu termasuk data korban yang hilang.

"Hasil pendataan kami saat ini adalah 86 jiwa meninggal dunia. Dari kesepakatan kemarin, yang dinyatakan sudah meninggal dunia yang telah ditemukan jenazahnya dan telah diverifikasi," katanya saat konferensi pers, Selasa (6/4).

Selain korban jiwa, tercatat 98 orang masih hilang akibat bencana di NTT. Sementara itu, 146 orang mengalami luka-luka dan 2.683 jiwa terdampak.

Terdapat juga kerugian material akibat banjir bandang dan tanah longsor di NTT. Yakni 1.992 rumah terdampak, 498 rumah rusak berat (RB), 133 rumah rusak sedang (RS) dan 109 rumah rusak ringan (RR).

"Tercatat ada 84 fasilitas umum (fasum) terdampak, 1 fasum RR dan 44 fasum rusak berat," jelasnya.

Raditya menyebut, bencana alam dampak siklon tropis Seroja menimpa 11 kabupaten dan kota di NTT. Rinciannya, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Ende dan Kota Kupang.

Rekomendasi