Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Untuk 'second opinion', KPK pertimbangkan kirim dokter untuk RJ Lino

Untuk 'second opinion', KPK pertimbangkan kirim dokter untuk RJ Lino RJ Lino dan Rini Soemarno rapat Pansus Pelindo II. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini enggan untuk berspekulasi dugaan mantan Direktur Pelindo II, RJ Lino mengulur-ulur pemeriksaan dirinya.

Hal ini lantaran Lino tidak memenuhi pemanggilan penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait pengadaan Quay Container Crane di Pelindo II tahun 2010.

Meski begitu jika sekiranya KPK perlu second opinion untuk kepastian sakit yang diderita Lino, KPK akan mengirim dokter untuk melakukan pemeriksaan. Hal ini disampaikan wakil ketua KPK, Laode M Syarief saat mengadakan konferensi pers di Gedung KPK.

"Ya biasanya kami KPK akan terjunkan dokter untuk second opinion," ujar Laode, Jumat (29/1).

Saat konferensi pers tadi, Laode juga menyebut Rumah Sakit Medical Center, Jakarta, merupakan tempat di mana Lino menjalani perawatan saat ini. "Saat ini yang bersangkutan (RJ Lino) dirawat di Rumah Sakit Medical Center," katanya.

Seperti diketahui, mantan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, batal diperiksa oleh penyidik KPK lantaran sakit. Pemberitahuan ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Maqdir Ismail.

"Pak RJ Lino tidak hadir, karena sakit selesai pemeriksaan di Mabes Polri kemarin beliau merasa agak sesak dan kemudian di bawa ke Rumah Sakit," kata Maqdir saat memberi surat keterangan ketidakhadiran kliennya ke staff administrasi KPK, Jumat (29/1).

Alasan inilah yang membuat Maqdir meminta penyidik KPK untuk menunda dilakukan pemeriksaan. Pihak Lino meminta tenggang waktu satu minggu untuk diberikan waktu istirahat sebelum menjalani pemeriksaan. "Kita minta waktu penundaan satu minggu," jelasnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP