Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

UNS Gelar Kuliah Tatap Muka Pekan Depan

UNS Gelar Kuliah Tatap Muka Pekan Depan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menggelar perkuliahan tatap muka (PTM) semester ganjil Senin pekan depan. Pernyataan tersebut dikemukakan Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho, Rabu (1/9). Jamal mengaku sudah mendapat lampu hijau dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

"Kita sudah koordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta. Bahkan, pak wali langsung menemui saya di Gedung Rektorat dr. Prakosa hari Jumat (27/8) lalu," ujar Jamal.

Menurut Jamal, diperbolehkannya PTM karena Kota Solo sudah turun level 4 dan sudah ada SE (surat edaran) Wali Kota.

"Intinya sudah diperbolehkan pembelajaran dengan tatap muka, ya kita siap. Setidak-tidaknya hari Senin," tandasnya.

Jamal yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyampaikan, ia sudah berkoordinasi dengan Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus, untuk membahas dimulainya PTM UNS pada pekan depan.

Nantinya, lanjut Jamal, UNS akan tetap mengutamakan prinsip bersyarat dan bertahap. Prinsip bersyarat artinya memperoleh izin dari pemerintah daerah/ Satgas Covid-19. Kemudian mahasiswa mendapat izin dari orang tua, dan telah dinyatakan negatif Covid-19 atau sudah divaksinasi Covid-19.

"Sedangkan prinsip bertahap adalah diterapkannya sistem pembagian kelas dan jam kuliah secara terbatas bagi mahasiswa yang datang ke kampus," jelas dia.

Menurut Jamal, nantinya untuk 1 ruang perkuliahan hanya boleh diisi maksimal 30 persen dari kapasitas normal. Selain itu, 1 mata kuliah durasinya maksimal hanya 1 jam.

"Kami telah menyusun jadwal perkuliahan per fakultas. Dan, dalam 1 hari hanya ada 3-4 fakultas yang diperbolehkan menggelar PTM," jelasnya.

Terkait syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat mengikuti PTM, Jamal menjelaskan, pihaknya akan mengutamakan mahasiswa yang berasal dari wilayah Solo Raya. Syarat lainnya, setiap mahasiswa harus sudah tervaksinasi Covid-19, dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksinasi Covid-19.

"Lalu ya kita berusaha mengundang para orang tua yang anaknya diperbolehkan supaya ada semacam pembekalanlah harus apa, protokol kesehatannya, kemudian kita harapkan kuliah selesai ya pulang jangan nongkrong dan sebagainya," katanya.

Jamal menambahkan, PTM yang akan dimulai pada Senin pekan depan akan diperuntukkan bagi mahasiswa semester 1. Mahasiswa juga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Yang diprioritaskan angkatan baru. Dan, angkatan yang atas juga boleh. Misalnya, mulai membuka pelan-pelan untuk laboratorium, praktik, dan ujian skripsi, tetapi prokes tetap kita utamakan. Kita juga akan tetap melakukan kuliah hybrid," pungkas Jamal.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP