Ungkap Sabu 1,129 Ton, Kapolri Minta Personel Berantas Narkoba hingga ke Akar-akarnya
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jika Indonesia menjadi negara konsumen narkoba terbesar. Hal ini dikatakan Sigit usai jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat membongkar kasus narkoba jaringan Timur Tengah-Afrika sebesar 1,129 ton sabu.
"Kita semua tentu perihatin bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah konsumen yang sangat besar, terbukti dengan beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama, namun walaupun bisa kita ungkap," kata Sigit di Polda Meteo Jaya, Senin (14/6).
"Tapi ini merupakan gambaran yang tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama terkait dengan tantangan terhadap generasi kita, masyarakat kita," sambungnya.
Dia menyebut, polisi sebelumnya telah mengungkap 2,5 ton sabu jaringan Timur Tengah. Kasus ini melibatkan narapidana di Lapas.
"Jadi kalau kita lihat dalam waktu satu bulan ini, kurang lebih hampir 3,6 ton narkoba yang berhasil kita amankan dan kalau kita hitung selama waktu hampir tiga bulan, dari mulai bulan Januari mungkin kurang lebih ada lima ton lebih," sebutnya.
Menurut dia, pengungkapan kasus narkoba itu menunjukkan peredaran barang haram itu di tanah air masih tinggi. Sigit mengaku prihatin di tengah situasi pandemi Covid-19 peredaran narkoba masih tetap terjadi.
Dia menekankan akan terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pengedar barang haram tersebut. "Tentunya kita terus melaksanakan apa yang sudah menjadi perintah Bapak Presiden untuk terus melakukan pengejaran, pengungkapan dan penyelesaian sampai ke akar-akarnya terkait dengan masalah peredaran narkoba," tandasnya.
Sebelumnya, Jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat telah mengungkap kasus narkoba jaringan Timur Tengah sebesar 1,129 ton sabu. Dalam pengungakapan ini, sebanyak tujuh orang telah diamankan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tujuh orang yang diamankan itu yakni lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Nigeria.
"Untuk penangkapan kali ini dilakukan oleh rekan-rekan anggota Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat secara berturut-turut diakhir Mei sampai dengan bulan Juni yang terus dikembangkan diempat tkp, telah diamankan lima Warga Negera Indonesia inisial MR, AH, HS, NB dan EK serta dua Warag Negara asal Nigeria CSN dan OJN," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Senin (14/6).
Ia menyebut, barang haram yang telah diamankan tersebut berasal dari Timur Tengah dan juga Afrika. "Pengungkapan ini dilaksanakan diempat tempat yaitu di Gunung Sindur, pada saat itu sebesar 393 kilogram, yang kedua di Pasar Modern Bekasi sebesar 511 kilogram, yang ketiga di Apartemen Basura Jakarta Timu dan yang keempat di Apartemen Grand Pramuka," sebutnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya