Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ungkap pabrik PCC, Kepala BNN Budi Waseso & 60 petugas terima penghargaan

Ungkap pabrik PCC, Kepala BNN Budi Waseso & 60 petugas terima penghargaan Budi Waseso dan 60 aparat terima penghargaan. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan penghargaan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) dan 60 aparat lainnya yang dinilai berhasil mengungkap pabrik pil Paracethamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Solo, awal Desember lalu. Penghargaan diserahkan oleh Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Kamis (8/2) malam.

Dari 60 aparat yang menerima penghargaan tersebut, sebanyak 35 orang berasal dari BNN, 13 aparat dari Polda Jawa Tengah dan 12 aparat dari Polresta Surakarta.

"Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan kepada semua pihak yang telah berhasil membongkar pabrik pil PCC di Gilingan, Banjarsari beberapa waktu lalu," ujar Rudyatmo saat memberikan sambutannya.

Pria yang akrab disapa Rudy itu meminta agar para penerima tidak hanya memandang besar kecilnya nilai penghargaan. Namun sebagai bentuk ucapan terimakasih karena berhasil membongkar pabrik pil PCC.

"Jangan dinilai besar kecilnya, tapi inilah bentuk terima kasih kita. Pembongkaran ini yang terbesar di Indonesia," tandasnya.

Rudy menyampaikan, pabrik PCC di Solo menjadi sebuah keprihatinan. Kendati sudah terbongkar, dia meminta agar para penegak hukum tetap bekerja untuk membongkar kasus narkoba lainnya. Ia juga berharap masyarakat yang melihat hal-hal mencurigakan segera melaporkannya ke Lurah, Camat atau langsung ke dirinya.

Dalam kesempatan tersebut l BNN Budi Waseso menerima sebuah suvenir dari wali kota berupa wayang kulit Kresna dan sebuah keris. Sementara Buwas membalas dengan memberikan sebuah jaket dan box berisi contoh puluhan jenis narkoba yang beredar di Indonesia.

"Penghargaan ini merupakan sebuah penghormatan dan apresiasi yang sudah diberikan oleh Pemkot. Kalau pabrik tersebut tidak berhasil kami ungkap, korbannya akan jauh lebih banyak," tandasnya.

Buwas menambahkan, pabrik di Solo sudah memproduksi pil PCC cukup besar dan diedarkan hampir di seluruh Indonesia. Pihaknya memang banyak melibatkan Pemkot Solo dalam pengungkapan kasus tersebut.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP