Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ungkap Kasus Mayat Dalam Bagasi Alphard, Polisi Periksa 25 Saksi

Ungkap Kasus Mayat Dalam Bagasi Alphard, Polisi Periksa 25 Saksi Penemuan jenazah di dalam bagasi Alphard. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti (55) dan Amelia (23) di Dusun 2 Ciseuti, RT 18, RW 03, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8), hingga kini belum terungkap. Kedua korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam bagasi mobil Alphard.

Kapolres Subang AKBP Sumarni meminta masyarakat bersabar. Pasalnya, penyidik hingga kini masih bekerja guna mengungkap kasus tersebut.

"Sabar ya sabar ya, nanti kita rilis lengkap ya. Mohon waktu ya," katanya saat dihubungi, Minggu (29/8).

Katanya, hingga kini pihaknya telah banyak memeriksa saksi-saksi. Termasuk suami korban, Yosep. "Sementara ini baru 25 saksi (termasuk suami dan istri muda)," katanya.

Sebelumnya, belakangan tudingan mengarah kepada M, istri muda Yosep. Kakak korban, menyebut hubungan kedua istri Yosep tidak harmonis.

Rohman Hidayat, kuasa suami Yosep menepis dugaan itu. Dia menegaskan, hubungan M dengan Tuti biasa-biasa saja. Bahkan keduanya tidak pernah bertemu apalagi telepon.

"Jarang ketemu, pernikahan Pak Yosep itu dengan Ibu M sudah 12 tahun, tidak dipermasalahkan lagi. Bukan sehari dua hari, sebulan dua bulan," kata Rohman ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (27/8).

Soal alasan tidak harmonis antara Yosep dan Tuti, Rohman membantahnya. "Yang jelas, rumah tangga ada cekcok wajar, apalagi dua istri. Kalaupun ada tidak harmonis itu tidak menjadi alasan untuk melakukan suatu tindakan. Jadi saya tidak melihat ada motif dari Pak Yosep untuk melakukan itu," ujarnya.

Rohman menuturkan, malam sebelum kejadian, Yosep sempat pamitan ke istri tuanya sekitar pukul 21.00 WIB, dan meminta uang kepada anaknya Amelia. Selama ini, kata Rohman, Amelia yang memegang uang yayasan, dan jika Yosep ada kebutuhan, dia meminta kepada Amelia.

Paginya, Rabu (18/8), sebelum kembali ke rumah istri tua, dia sempat sarapan dulu. "Bangun jam 5, sarapan makan surabi, jam 7 berangkat dari rumah istri muda ke rumah istri tua. Nah sampai di rumah istri tua ada kejadian itu," ujar Rohman.

Rohman juga ingin meluruskan pernyataan polisi bahwa dugaan pelaku pembunuhan adalah orang dekat yang dikenal korban. "Ini yang perlu diluruskan. Semua kok tertuju pada keluarga. tidak ada konflik bahkan keduanya tidak pernah ketemu, sudah sama-sama tahu. Yang jadi pikiran kita itu siapa pelakunya," tukasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP