Umat Budha se-Indonesia gelar kirab laut 3 hari di Pamekasan
Merdeka.com - Umat Budha di seluruh Indonesia rencananya akan mengikuti kirab laut di Vihara Avalokitesvara di Dusun Candi, Desa Polagan, Pamekasan, Jawa Timur.
Kirab laut itu digelar sekitar 17 kilometer ke arah kota Pamekasan dan berlangsung selama tiga hari , yakni mulai tanggal 25 hingga 27 Maret 2016.
"Kirab laut ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Yang Maha Kuasa atas berkah yang dilimpahkan pada umat manusia dari hasil kekayaan laut," kata Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara, Kosala Mahinda di Pamekasan, Rabu (23/3).
Tidak hanya umat Budha, kirab laut yang merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun Kelenteng terunik di Indonesia itu, juga melibatkan kelompok etnik Tionghoa dan masyarakat setempat.
"Kami juga akan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa ini, agar terbebas dari bahaya," ucap Kosala.
Seperti diberitakan Antara, Vihara Avalokitesvara merupakan kelenteng terunik di Indonesia. Sebab di vihara ini terdapat dua tempat ibadah umat beragama lain, yakni tempat ibadah umat Islam (musholla), dan tempat ibadah umat Hindu (Pura).
Kelenteng yang terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, sekitar 17 kilometer kearah timur Kota Pamekasan ini, juga masuk dalam catatan museum Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai kelenteng terunik dan simbol perdamaian umat berbeda keyakinan.
Hampir semua jenis kegiatan di kelenteng ini dibantu oleh umat beda agama, terutama umat Islam dan lokasi kelenteng juga berada di tengah-tengah penduduk beragama Islam.
Saat ini, persiapan menjelang pelaksanaan kirab laut mulai terlihat. Beberapa umat Budha dari luar daerah mulai berdatangan ke kelenteng yang dibangun di atas lahan sekitar 2 hektare lebih itu. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya