Ulang tahun ke-88 ratusan pedagang Pasar Gede Solo kirab tumpeng
Merdeka.com - Ratusan pedagang Pasar Gede Solo menggelar acara ulang tahun ke-88 Jumat (12/1). 88 Tumpeng yang berisi nasi kuning dikirab mengelilingi Pasar Gede sejauh 600 meter. Arak-arakan tumpeng juga dimeriahkan atraksi Reog Ponorogo dan Barongsai. Ratusan warga dan pengunjung larut dalam suka cita di sekitar pasar yang didirikan 12 Januari 1930 tersebut.
Usai kirab, ratusan tumpeng kemudian dibawa ke panggung depan pasar untuk didoakan oleh ulama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Usai didoakan, tumpeng tersebut dibagikan kepada warga dan pengunjung pasar yang ada di depan Balai Kota Solo tersebut.
Saat didoakan, pedagang, sopir becak, juru parkir, buruh panggul, semua berkumpul mengelilingi panggung, menanti puncak acara yang bertajuk Kembul Agung Windu Welasan. Atau berarti menyantap tumpeng bersama-sama seusai berdoa.
Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo berpesan agar pedagang dan seluruh elemen di Pasar Gede ikut menjaga kebersihan, kemananan, dan ketertiban pasar. Hal tersebut agar kedepan Pasar Gede tetap dicintai dan eksis.
"Harapan kita kedepan Pasar Gede ini tetap dicintai masyarakat. Meskipun sekarang ini banyak sekali pasar modern, mal dan pusat perbelanjaan lainnya," katanya.
Sementara itu dalam rangka perayaan tersebut sejumlah pedagang mengadakan obral buah naga. Buah berwarna merah asal Meksiko yang biasanya berharga Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogramnya tersebut hanya dijual Rp 5.000.
"Spesial di acara ulang tahun ini kami menyiapkan 10 ton buah naga," ujar Koordinator Penyelenggara Komunitas Paguyuban Pasar Gede (Komppag), Wiharto.
"Ulang tahun ke-88 tahun ini kami mengambil tema 'Kembul Agung Windu Welasan'. Kembul itu makan bersama dalam satu nampan, Windu adalah sebuah episode periodik delapan tahun dan perhitungan Jawa. Kalau Welasan itu perhitungan ke sebelas dalam episode Windu. Welasan sendiri bermakna kelurahan hati," katanya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya