Ulama dan santri di Serang dukung razia warteg yang buka saat puasa
Merdeka.com - Fenomena Warteg Saeni yang dirazia Satpol PP Serang karena buka saat bulan puasa menimbulkan berbagai tanggapan di publik. Ada yang menyalahkan arogansi Satpol PP, ada pula yang mendukung karena hal itu dilakukan untuk menegakkan aturan.
Seperti yang dilakukan sejumlah ulama dan para santri di kota Serang. Mereka bahkan berunjuk rasa di depan DPRD Kota Serang untuk menolak pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat (Pekat). Ratusan ulama dan santri menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan pengumpulan tanda tangan di depan gedung DPRD Kota Serang, Kamis (16/6).
"Banyaknya orang yang mengatakan isu intoleransi itu sangat menyinggung masyarakat Kota Serang. Sejak dulu kita masyarakat Banten bersama Kota Serang selalu berdampingan bersama dengan umat beragama," kata Ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Sarkowi.
Matin berharap, dengan adanya aksi ini dapat mendorong Pemkot untuk tetap mempertahankan Perda No 2 Tahun 2010. "Kita mendukung Pemkot untuk tetap melakukan razia dan menindak warung makan yang buka tidak sesuai jam operasional," katanya.
Matin menjamin, bila umat non muslim dengan umat Islam di Kota Serang selalu berdampingan. Hal tersebut terbukti dengan bangunan gereja dan Masjid Agung yang berdekatan. "Kami selalu berkomunikasi jika hendak melakukan kegiatan keagamaan. Kami saling menghargai dan menghormati," ujarnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya