UIN Sunan Kalijaga ancam keluarkan mahasiswa terlibat paham radikal
Merdeka.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mengancam akan mengeluarkan mahasiswanya yang terlibat dengan paham radikal. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi menganggap ideologi radikal yang beredar itu meresahkan dan tak sesuai dengan esensi Islam dan budaya keislaman di Indonesia.
"Islam itu proses menuju keselamatan dan kedamaian. Masalahnya begini, banyak anak-anak kita ini tertipu oleh gerakan-gerakan (radikal) selama ini. Karena pada umumnya mereka sering kali tidak mengerti, mereka (menganggap) versi yang mereka terima bersifat mutlak," ujar Yudian di UIN Sunan Kalijaga, Senin (5/3).
Pihak UIN juga mengaku akan mendata mahasiswi yang bercadar. Yudian menjabarkan selain untuk meluruskan ideologi radikal itu, pertimbangan pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk melakukan pendataan mahasiswinya yang bercadar juga dilakukan untuk mempermudah proses administrasi. Di antaranya administrasi saat ujian.
"Siapa yang bisa menjamin waktu ujian itu benar dia orangnya, bisa saja kan bisa orang lain (tidak diketahui karena bercadar). Saat pertama kali masuk kampus dulu setiap mahasiswa juga sudah menyatakan sanggup mematuhi aturan yang ada di kampus," urai Yudian.
Yudian menambahkan usai melakukan pendataan pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan melakukan konseling pada mahasiswinya yang bercadar. Konseling ini akan dilakukan oleh tim konseling yang terdiri dari lima dosen di setiap fakultas.
Para dosen tersebut berasal dari berbagai bidang studi dan ditugaskan memberikan arahan dan konseling kepada mahasiswi bercadar.
"Kalau sampai tujuh kali masih pada pendiriannya, kita minta mereka mengundurkan diri (dari kampus)," tutup Yudian.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya