UGM lepas jenazah Prof Damardjati Supadjar
Merdeka.com - Civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) siang tadi melepas jenazah Guru Besar Fakultas Filsafat almarhum Prof Damardjati Supadjar. Sejumlah kerabat, sahabat dan rekan sesama dosen hadir dalam upacara pemberangkatan jenazah di Balairung UGM, Selasa (18/2).
Tampak hadir dalam pemberangkatan jenazah, Rektor UGM Prof Pratikno, budayawan Emha Ainun Najib dan keluarga Keraton Yogyakarta, seperti GBPH Yudhaningrat dan serta GBPH Prabukusumo. Jenazah almarhum kemudian dikebumikan di Grabag, Magelang, Jawa Tengah.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Fakultas Filsafat UGM, Mustofa Anshori Lidinillah, menuturkan sosok Damardjati merupakan pribadi yang ramah, tenang, murah senyum, berwibawa namun tetap sederhana.
"Tiap kata yang diucapkan beliau selalu berbobot dan terkadang tersembunyi banyak humor dan hikmah mendalam," papar Mustofa dalam sambutannya.
Banyak kolega yang menilai almarhum Prof Damardjati memiliki pribadi yang unik. Tidak banyak yang tahu bahwa Damardjati seorang ningrat, namun dia tetap santun, sederhana dan rendah hati.
Menurut dia, satu yang tidak bisa dipungkiri dari almarhum adalah laku dan cara hidup prihatin (yang menjadi tradisi kesepuhan Jawa dan para ningrat), kentara pada pribadi dan menyebar di keluarganya.
"Ningrat bukan merujuk kebangsawanan. Tetapi 'ning', kasunyatan, hakiki, realitas. Dan 'rat', jiwa, semangat," imbuhnya.
Sementara itu atas nama UGM, Rektor Prof Pratikno menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Sosok almarhum Prof Damardjati dikenal sebagai Guru Besar panutan serta punya komitmen besar terhadap UGM bahkan Indonesia.
"Komitmen tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, pendidik yang inspiratif serta sederhana," kata Pratikno lewat siaran pers.
Prof Damardjati juga gigih untuk selalu mengingatkan banyak pihak agar kembali pada nilai-nilai Pancasila. Maka, tidak heran sekitar tahun 1996 almarhum banyak berkiprah pada lahirnya Pusat Studi Pancasila UGM.
Almarhum Prof Damardjati Supadjar lahir di Magelang, 30 Maret 1940. Dia meninggalkan seorang istri, Sri Winarti, serta empat orang anak, yaitu Norma Diani, Garba Pradapa, Bawa Mahastu, dan Ajar Nuhoni.
Pakar Filsafat Jawa dan Nusantara ini mewariskan pemikirannya dalam berbagai buku, seperti: Filsafat Ketuhanan Menurut Alfred North Whithead, Mawas Diri, Nawangsari dan Sumurupa Byar-e.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya