Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

UGM berikan gelar Doktor Honoris Causa kepada 2 peraih Nobel

UGM berikan gelar Doktor Honoris Causa kepada 2 peraih Nobel UGM Berikan Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Dua Peraih Nobel. ©2017 Merdeka.com/purnomo

Merdeka.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada dua peraih Nobel yaitu Peraih Nobel Bidang Fisika Sheldon Lee Glashow dan Peraih Nobel Bidang Kedokteran Richard J. Roberts. Pemberian gelar doktor ini berlangsung di Graha Sabha Pramana UGM, Jumat (10/2).

Rektor UGM Dwikorita mengatakan UGM dengan bangga memberikan gelar doktor sebab penemuan yang dilakukan oleh kedua peraih nobel tersebut dianggap bermanfaat bagi umat manusia. Dwikorita juga berharap agar ada kerja sama antara UGM dengan dua peraih nobel tersebut, terutama di bidang molekul biologi.

"Karya mereka sangat fenomenal dan sangat penting bagi manusia. Kami berharap hal ini dapat menginspirasi para peneliti (UGM) untuk gigih dan mewujudkan karya karya yang tidak kalah fenomenal dengan beliau," ungkap Dwikorita, Jumat (10/2).

Sedangkan menurut Sofia Mubarokah, promotor Richard John Roberts menjelaskan bahwa Robert layak menerima gelar HC karena prestasi dan dedikasinya pada ilmu pengetahuan dan riset secara global. Upaya yang dilakukan oleh Robert, lanjut Sofia, juga memberikan kesetaraan layanan sosial dan kesehatan dan pengembangan universitas di negara berkembang.

Hasil penelitian itu, sambung Sofia, membuat Robert memperoleh gelar Nobel pada tahun 1993, penemuan yang paling fenomenal adalah rekayasa RNA dan pembelahan gel.

"Kita tahu DNA ini adalah bagian dari trans yang diterjemahkan dari DNA. Dari penemuan itu didapatkan hal luar biasa semua orang bilang gen itu hanya satu. Tapi ternyata gen itu terdiri dari bagian bagian di mana salah satunya adalah non koding atau RNA," papar Sofia.

Sofia Mubarokah juga menuturkan bahwa Robert dikenal juga dalam menggunakan bakteria dan menghasilkan enzim restriksi. Menurutnya penemuan Robert ini merupakan revolusi penemuan di bidang biologi molekuler. Penelitian Robert juga berkontribusi pada riset kanker di seluruh dunia.

"Beliau yang mendukung genetik modified organisme yang aman dan tidak ada dampak negatif dan terbukti puluh puluh tahun. Beliau berdialog untuk perdamaian dari penemuannya," Ujarnya.

Menanggapi pemberian gelar doktor HC, Roberts mengatakan kedatangannya UGM ini diharapkan ada potensi kerja sama dengan UGM. Namun yang penting baginya adalah pekerjaan yang dilakukan dan penghargaannya dapat menginspirasi anak muda.

"Saya senang dengan penghargaan yang diberikan UGM kepada saya. Penghargaan ini dapat menginspirasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa," beber Robert.

Sementara itu Sheldon Lee Glashow mengaku jika kedatangannya ke Indonesia merupakan kali pertama. Menurutnya negara Indonesia sangat menyenangkan dan terdiri dari berbagai pulau. Hal yang sama dengan yang ada di negaranya Amerika. Ia mengaku senang dengan penghargaan ini.

"Kunjungan pertama di Indonesia dan mengetahui bahwa ini merupakan negara dengan kepulauan dengan rambut berbeda warna berbeda namun bisa menyatu jadi satu bangsa. Sama dengan di Amerika walaupun lebih rumit dari Amerika," ujarnya.

Usai menerima gelar doktor dari UGM, kedua peraih nobel itu juga memberikan kuliah umum yang dihadiri oleh 4.000 peserta yang di antaranya adalah akademisi, praktisi dan masyarakat umum. Kuliah umum dari dua peraih Nobel ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah UGM, di mana pemenang hadiah Nobel berkenan memberikan kuliah umum di hari yang sama. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP