Ucok AKA, kribo yang liar saat di atas panggung
Merdeka.com - Sejumlah nama besar di industri musik cadas tanah air mulai lahir, berkembang, dan tumbuh besar di era 1970-an. Salah satunya yang paling dikenal adalah Ucok Andalas Datuk Oloan Harahap, atau lebih dikenal dengan Ucok AKA. Selain rambut kribo, Ucok dikenal karena aksi gila di atas panggung bersama band AKA yang dibentuknya.
Pengamat musik Bens Leo menceritakan bagaimana aksi gila Ucok di atas panggung. Salah satu paling dikenal aksi gantung diri yang dilakukannya. Dengan kaki diikat, dan kepala di bawah, Ucok menampilkan pertunjukan yang mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia dianggap sinting. Maklum, saat itu Indonesia baru lepas dari era Orde Lama, setelah Presiden Soekarno melarang segala bentuk musik berkiblat ke dunia barat, khususnya Amerika Serikat dan Inggris.
"Beberapa kali Ucok tampil dengan aksi gantung diri di panggung. Dia digantung pada roda besar sekali. Kaki di atas dan kepalanya di bawah. Tentu saja dengan posisi seperti itu, darah akan mengalir ke kepala, dan itu membuatnya tidak bisa fokus bernyanyi," kata Bens Leo saat dihubungi merdeka.com, Jumat (8/4).
Bens Leo menambahkan, selain gantung diri, aksi teatrikal Ucok bersama AKA adalah dengan menghadirkan peti mati di atas panggung. Biasanya pada lagu penutup sebuah konser. Ucok akan dimasukkan ke dalam peti mati yang kemudian dibawa mobil ambulans.
Selain itu, pria asal Sumatera Utara dan besar di Surabaya ini juga kerap berperilaku layaknya orang kesurupan, yang kemudian diakhiri dengan penyiksaan oleh algojo. TIdak hanya itu, beberapa kali Ucok menampilkan gerakan seperti orang yang sedang bersenggama. Objek yang digunakannya adalah alat musik.
Aksi panggung Ucok itu, lanjut Bens, merupakan sesuatu yang baru di Indonesia. Selama ini, publik masih dimanjakan oleh musik manis seperti yang dibawakan Koes Ploes.
Tidak jarang, aksi Ucok ini mengakibatkan kerusuhan. Salah satunya seperti terjadi saat AKA tampil di Yogyakarta pada 1974. Penonton yang tidak suka dengan aksi 'gila' Ucok kemudian melempari panggung dengan kursi dan benda yang ada di lokasi pertunjukan. Kejadian itu membuat personel AKA dilarikan ke rumah sakit.
Salah satu aksi Ucok yang dianggap paling 'gila' adalah ketika dirinya memakan ayam hidup di atas panggung. Hal-hal aneh ini yang disukai penonton dari AKA.
"Ucok pernah makan ayam yang masih hidup. Ucok sering kali mempertontonkan hal-hal aneh. Inilah yang dinikmati penonton kala itu. Bukan musik atau lagu-lagu AKA," tulis promotor musik Log Zhelebour di akun Facebook pribadinya.
Grup band AKA lahir di Surabaya pada 23 Mei 1967. Nama AKA sendiri merupakan akronim Apotek Kali Asin, usaha milik ayah Ucok, Ismail. AKA terdiri Ucok sebagai vokalis, Arthur Kaunang basis, Soneta Tanjung gitaris, dan Syech Abidin di posisi drum. AKA terinspirasi dari band mancanegara seperti The Beatles, Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, Grand Funk Railroad, dan Bee Gees. Beberapa lagu AKA yang masih dikenal orang hingga saat ini adalah 'Crazy Joe' atau 'Badai Bulan Desember'.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya