Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Uang Rp 5 M diserahkan penyuap Walkot Kendari jadi pertimbangan jaksa

Uang Rp 5 M diserahkan penyuap Walkot Kendari jadi pertimbangan jaksa Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra dan eks Wali Kota Kendari, Asrun dituntut 8 tahun penjara atas penerimaan suap Rp 6,8 miliar dari Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah. Asrun juga disokong oleh Hasmun untuk biaya pencalonannya sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.

Fakta persidangan yang dijadikan pertimbangan oleh jaksa penuntut umum adalah pemberian Rp 5 miliar dari Hasmun ke DPP PDIP, Jakarta Pusat. Uang tersebut diserahkan Hasmun bersama Fatmawati Faqih, mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kendari.

"Bahwa sekitar akhir tahun 2017 setelah adanya penukaran uang dolar Amerika oleh Hasmun. Hasmun bersama Fatmawati Faqih menyerahkan uang dolar Amerika Serikat senilai Rp 5 miliar kepada seseorang di kantor DPP Partai PDIP di Jakarta," ucap jaksa Ali Fikri di Pengadilan Tipikor, Jakafta Pusat, Rabu (3/10).

Fakta tersebut sebelumnya pernah diakui oleh Hasmun, penyuap Asrun dan Adriatma saat menjadi saksi di persidangan. Jaksa menanyakan kepentingan Hasmun menukar rupiah menjadi dolar Amerika.

"Dolar untuk apa?" tanya jaksa Ali Fikri kepada Hasmun, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

"Ini untuk keperluan partai pendukung. Pernah ke kantor pusat PDIP. Saya bawa dolar kurang lebih Rp 5 M," jawab Hasmun.

Tanpa menyebutkan waktu kedatangannya ke markas Banteng itu, dia mengatakan setibanya di kantor DPP PDIP sudah ada seorang pria mengonfirmasi kedatangannya dan mengantarnya ke lantai tiga. Sementara Hasmun ke atas, Fatmawati menunggu di mobil.

Tiba di lantai tiga, dia diajak ke dalam satu ruangan dan sudah ada seorang perempuan menunggu. Tanpa basa-basi, dia menyerahkan bungkusan berisikan dolar.

Setelah dihitung oleh si perempuan, bungkusan itu dibawa ke ruangan lain yang tersambung dengan ruangan tempat Hasmun dan si perempuan bertemu. Sepintas, kata Hasmun, ruangan itu terdapat brankas.

"Saya cuma bilang dari Kendari saja, saya setor bungkusannya, dia hitung kemudian dia simpan. Ada pintu connecting saya lihat sepintas ada brankas," ujarnya.

Selesai menyetor uang, Hasmun dan Fatmawati kembali ke Kendari. Selama perjalanan dia mengaku tak menanyakan alasan pemberian uang ke PDIP.

Hanya saja, dia berkesimpulan uang itu untuk biaya politik Asrun sebagai Cagub Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, kepada Hasmun Fatma dan Adriatma, anak kandung Asrun, beberapa kali bercerita tentang pencalonan Asrun dan membutuhkan biaya besar.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP