Tutupi jalan, 1.400 lapak pedagang di Pasar Sentral Makassar dirobohkan
Merdeka.com - Ribuan lapak pedagang yang tadinya memenuhi badan jalan di empat sisi pasar sentral Makassar akhirnya digusur, Rabu (5/9). Mobil eksavator merobohkannya tanpa ampun diikuti pandangan tajam para pemilik lapak yang mengawasi dari kejauhan.
Selanjutnya, material bangunan semi permanen itu dibersihkan oleh para satgas kebersihan dari lima kecamatan yang diturunkan Pemkot Makassar.
Penertiban ruas-ruas jalan di empat sisi pasar sentral Makassar ini sebelumnya melalui proses yang cukup alot, setelah menuai protes dari pedagang. Salah satunya karena belum adanya kesesuaian harga sewa di lokasi pasar yang baru dibangun.
Senin lalu, (3/9), Satpol PP di-backup Polri dan TNI melakukan sosialisasi mengenai rencana penertiban namun ditentang oleh para pedagang dengan menggelar unjuk rasa. Mereka menginginkan harga sewa di atas bangunan pasar itu harus seharga Rp 42 juta sesuai kesepakatan dengan Wali Kota Makassar beberapa waktu lalu, dan disahkan melalui SK namun SK itu tidak juga keluar.
Selasa (4/9), meski banyak protes, pembongkaran tetap dilakukan. Satu persatu lapak dirobohkan dengan alat berat. Dan hari ini, Rabu (5/9), pembongkaran kembali dilanjutkan namun sudah tidak ada perlawanan.
Direktur operasional PD Pasar Makassar, Japri Y Timbo yang ditemui di lokasi mengatakan, ada sekitar 1.400 lapak yang dirobohkan. Baik yang berada di dalam kompleks pasar maupun yang di luar kompleks yang berdiri di Jalan KH Wahid Hasyim, KH Ramli, Jalan Cokroaminoto Dalam dan Jalan Cokroaminoto Luar serta Jalan Nusakambangan.
"Hari ini mereka bersedia lapaknya dirobohkan dan bersedia naik ke lods yang telah tersedia. Satu persatu mereka mengangkat sendiri barangnya. Itu karena mereka memang sudah ada yang melunasi lodsnya, ada yang lunas DP nya," kata Japri Y Timbo.
Sementara Naisyah Azikin, pelaksana tugas Sekretaris Kota Makassar mengatakan, penertiban ribuan lapak ini untuk mengembalikan fungsi jalan agar akses ke pasar bisa maksimal sehingga pasar pun bisa beroperasi dengan baik.
"Pedagang sudah bersedia lapak-lapaknya dibongkar dan mau naik ke lods pasar yang telah disediakan. Soal harga lods yang disepakati sehingga bersedia dibongkar, saya tidak akan komentar karena itu wewenang pihak pengemban. Tapi jika kelak masih ada masalah, Pemkot Makassar siap memediasi," kata Naisyah Azikin.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya