Tutup 6 jam, 228 penerbangan batal berangkat dari Bandara Ngurah Rai
Merdeka.com - Lebih dari 220 penerbangan, baik itu domestik ataupun luar negeri, dikabarkan batal terbang dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Hal ini menyusul bandara itu ditutup selama enam jam akibat efek abu vulkanik dari letusan Gunung Raung.
Menurut GM PAP I Ngurah Rai, Trikora Harjo, Kamis (6/8), Bandara Ngurah Rai direncanakan baru dibuka kembali pukul 18.00 WITA. Dampak dari penutupan ini, sedikitnya ada 228 penerbangan yang dibatalkan, dari 380 rencana penerbangan hari ini.
Trikora Harjo mengatakan, penerbangan dalam sehari diperkirakan mencapai 380 penerbangan, baik rute domestik dan internasional. Selama enam jam penutupan, kata dia, adalah saat-saat paling terpadat jadwal penerbangan dan kedatangan.
"Kita jadwalkan buka kembali sore nanti pukul 18.00 WITA. Imbauan ini berdasarkan informasi pergerakan abu vulkanik Gunung Raung dari BMKG Darwin, sehingga mengharuskan penutupan jalur penerbangan dan kedatangan," kata Trikora di Bandara Ngurah Rai.
Menurut Trikora, seperti pada jadwal penutupan sebelumnya, pihak bandara menyediakan layanan jasa antar kepada penumpang pesawat yang akan kembali ke penginapan. Soal kepastian bisa kembali dibuka, pihaknya mengaku tetap berdasarkan petunjuk dari BMKG.
"Semoga nanti tidak ada kendala dan bisa kembali dibuka kembali jalur keberangkatan dan penerbangan," tambah Trikora.
Pada kesempatan ini, sejumlah penumpang khususnya yang domestik terlihat sibuk mengurus pengajuan daftar jadwal ulang pada petugas maskapai masing-masing.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya