Turap Longsor di Tangsel, Air Anak Kali Angke Genangi Komplek
Merdeka.com - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air membuat rekayasa lalu lintas air imbas limpasan air sungai anak kali Angke, ke jalan area perumahan warga Nerada Estate. Aliran air anak kali angke tersebut, melimpas ke jalan area perumahan akibat kali yang tertutup material turap yang longsor.
"Jadi kita bagi dua aliran, kanan-kirinya dipadatin intinya gimana air mengalir dulu. Jadi air tidak mengalir ke rumah warga," kata wali kota Tangsel, Benyamin Davnie di lokasi Perumahan Nerada Estate, Kelurahan Cipayung, Tangerang Selatan, Sabtu (12/6).
Terpantau, sejumlah alat berat dari Dinas PU dan SDA kota Tangsel, saat ini masih mengerahkan alat berat untuk melakukan pembersihan material turap yang tumpah menutupi badan anak kali Angke. Sementara, pada sisi turap yang masih berdiri, petugas memasang bronjong batu dan cerucuk dari bambu.
"Mungkin seminggu, pemasangan cerucuk saja enggak kelar sehari. Nanti dipadatkan beberapa hari, kalau tidak dipadatkan nanti tergerus lagi," jelas Dia.
Saat ini dia bersama petugas BPBD dan aparat kelurahan, telah mengumpulkan pengurus RT dan RW untuk menyiapkan keperluan makan warga dengan menyiapkan dapur umum.
"Kami kumpulkan RT dan RW untuk ke depannya bagaimana dengan makan mereka. Kesehatannya, transportasinya," kata dia.
Dia menegaskan, akibat kejadian malam kemarin, ada tiga rumah terdampak material turap yang longsor. Dua rumah mengalami rusak berat dan satu rumah lainnya rusak ringan.
"Terakhir rumah yang langsung terdampak ini dua rumah rusak berat, satu ringan.Kami sedang menurunkan alat berat eksavator untuk membuat secara teknis setelah dikaji sama temen-temen dari Dinas Bangunan," ungkapnya.
Turap Longsor©2021 Merdeka.com/Kirom
Sementara warga berharap, proses pembersihan badan kali dari material turap yang longsor bisa segera dilakukan. Mereka khwatir air kali yang melimpas ke area perumahan masuk ke dalam rumah.
"Tidak sampai masuk rumah, tapi mudah-mudahan pembersihan puing material turap cepat selesai. Karena khawatir hujan air lebih tinggi dan masuk (rumah)," terang Erik, warga RT001/10, Kelurahan Cipayung perumahan Nerada Estate.
Terpantau, saat ini tinggi muka air yang melimpas dari anak Kali Angke menggenangi area jalan perumahan di RT001 /10 setinggi sekitar 40 centi meter. Sementara, seluruh rumah di kawasan RT tersebut, memiliki teras yang lebih tinggi dari jalan.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya