Tumpukan sampah tak diangkut, siswa SD di Palembang gelar demo
Merdeka.com - Tak hanya di jalanan, tumpukan sampah di Palembang kini menyasar ke lingkungan sekolah. Pemerintah setempat berdalih bukan wewenangnya mengatasi masalah itu.
Salah satu sekolah yang menjadi korban adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 43 yang berada di Kelurahan 14, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Kesal tak kunjung ditanggulangi, ratusan siswa bersama warga menggelar aksi damai di lokasi.
Kepala SDN 43 Palembang, Marlina mengungkapkan, sampah-sampah itu sudah lama menumpuk di samping gedung sekolahnya. Sampah tersebut mengeluarkan bau tak sedap sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar terganggu.
"Sampah-sampah menumpuk, baunya minta ampun sampai ke dalam kelas," ungkap Marlina, Senin (30/7).
Dikatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke dinas terkait dengan harapan bisa diangkut. Namun, tak kunjung direspon Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang.
"Surat sudah dikirim ke Kelurahan, Kecamatan, DLHK Palembang sampai tembusan ke walikota. Tidak ada tindakan apapun, tetap dibiarkan begitu," ujarnya.
Ironisnya lagi, kata dia, DLHK justru menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mengangkut sampah. Mereka berdalih bukan tanggung jawab mereka dan takut dengan preman pasar.
"DLHK bilang bukan tanggung jawabnya, malah kami disuruh memindahkan sendiri," kata dia.
Warga setempat, Mala (56) mengatakan, sampah tersebut bukan dari masyarakat sekitar, melainkan berasal sisa Pasar Kentut, seperti kotoran ikan. Dia membenarkan jarang terlihat truk pengangkut masuk ke wilayahnya untuk mengangkut sampah.
"Kalau sudah menumpuk banyak, baunya menyengat kadang baru diangkut. Kasihan anak-anak sekolah karena sampah itu ada di samping gedung," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya