Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tuhan kabulkan mimpi pemuda tak beralas kaki jadi Panglima TNI AU

Tuhan kabulkan mimpi pemuda tak beralas kaki jadi Panglima TNI AU suryadi suryadarma. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) merayakan hari jadinya yang ke-70. Satuan ini menjadi salah satu kekuatan penting Indonesia dalam menjaga kedaulatan udaranya dari penyusupan asing.

Siapa yang pernah menyangka, TNI AU berdiri dari tangan seorang pemuda yang hanya bersarung tanpa alas kaki. Lewat semangatnya, Indonesia menjadi salah satu macan Asia yang paling disegani dunia, termasuk Inggris dan Australia.

Dia adalah Suryadi Suryadarma, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pertama, dan terlama. Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam menceritakan, berdirinya AURI tak lepas dari keterlibatan India. Perdana Menteri Jawaharlal Nehru memerintahkan seorang industrialis bernama Biju Patnaik berangkat ke Indonesia untuk membantu AURI melawan pendudukan Belanda.

Ketika itu, hubungan Indonesia dan India sangat dekat, India juga menjadi salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal itu pula menjadi alasan Presiden Soekarno mengirimkan ribuan paket beras ke India yang dilanda kelangkaan bahan pangan.

Setahun setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, tepatnya tahun 1946, Nehru meminta Patnaik terbang ke Indonesia. Dia pun terbang ke Yogyakarta, dan mendarat di Pangkalan Udara Maguwo. Di sana, dia disambut oleh seorang pemuda bersarung, tanpa alas kaki pula.

Yang lebih membuatnya terkejut, lelaki itu memperkenalkan diri dengan nama Surjadi Suryadarma dan mengaku sebagai Panglima Udara. Tentu saja, pengakuan itu tak membuat Patnik lantas percaya.

"Lalu, Biju Patnaik bertanya pada dia, berapa pesawat yang dia (Indonesia) punya. Dia lantas menunjuk dua pesawat peninggalan Jepang, salah satunya dalam keadaan rusak," ujar Asvin saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (4/4) lalu.

panglima angkatan udara

Panglima Angkatan Udara ©2016 Merdeka.com

Melihat kondisi tersebut, Patnaik hanya geleng-geleng kepala. Dia tak yakin Indonesia mampu memiliki angkatan udara yang kuat. Tapi dia salah, pemuda tersebut malah berhasil mengambil alih seluruh aset yang ditinggalkan Jepang dan Belanda, tepat sebelum kedatangan pasukan sekutu ke Indonesia.

9 Tahun berikutnya, atau tepatnya 1955, Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika. Sebuah pertemuan para pemimpin dari dua benua, mereka berkumpul di Bandung.

Kedatangan para pemimpin dunia itu membuat Indonesia memamerkan kekuatannya, salah satunya dengan menjajarkan pesawat North American B-25 Mitchell di sepanjang landasan. Pemandangan itu membuat Perdana Menteri Burma pertama, U Nu.

"Saya tak pernah melihat pesawat berjejer sebanyak ini," ungkap Asvi menirukan kekaguman U Nu terhadap kekuatan Indonesia.

Berkat tangan emasnya, kekuatan udara Indonesia yang pernah diragukan India sempat menimbulkan decak kagum banyak negara. Sebuah media di Belanda menulis 'AURI, Angkatan udara paling ditakuti di Asia Tenggara' dan majalah Inggris yang menyebut 'AU Australia ketinggalan total dari AURI'.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP